SKI News
Ada Makna Mendalam Upacara Di Monumen Kresek Madiun
SUMUR PEMBUANGAN: Depan pasasti ukiran nama-nama korban juga terdapat sumur tempat pembuangan korban keganasan pemberontakan PKI Madiun ditutup dan dibuat relief korban-korban di atasnya. (Foto: Agus Basuki)
Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Madiun, tiap 1 Oktober rutin dilaksanakan di Monumen Kresek, Desa Kresek, Kecamatan Wungu.
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila”, tema Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur, di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Kamis (1/10/2026).
Peserta upacara dari jajaran TNI, Polri, Aparat Sipil Negara (ASN) Kabupaten Madiun, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa. Lalu, mantan Bupati Madiun Muhtarom-Wakil Bupati Madiun Iswanto.
“Upacara ini memang rutin dilaksanakan disini (Monumen Kresek), dibalik itu ada nilai dan makna mendalam,” jelas Bupati Madiun Hari Wuryanto, usai upacara.
Dari lokasi merupakan saksi bisu tragedi pembantaian tokoh masyarakat, ulama, anggota TNI, Polri, wartawan hingga guru. Mereka menjadi korban pemberontak Partai Komunis Indonesia (PKI) 18 September 1948 silam.
Makna untuk meluruskan sejarah, menjadikan momentum jasa para pahlawan dan korban, sekaligus menegaskan pesan masyarakat Kabupaten Madiun adalah korban dari kekejaman pemberontakan PKI Madiun 1948.
LESTARIKAN NILAI. PANCASILA: Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, jajaran Forkopimda dan lainnya, tekad melestarikan nilai-nilai Pancasila. (Foto: Agus Basuki)
Penegasan lain yaitu Madiun bukan basis atau pelaku utama pemberontakan PKI. Pelaksanaan upacara ini juga komitmen kebangsaan dalam memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan pondasi menjaga keutuhan NKRI.
Senada disampaikan, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf I Nyoman Adhi Saputra mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjaga Pancasila bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Semangat persatuan, gotong royong, dan saling menghormati harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Dandim.
Ia mengatakan nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Dari Monumen Kresek ini, mari kami diwarisi semangat para pendahulu dengan menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.
Dilaporkan, usai upacara para pelajar dan mahasiswa diajak mengunjungi diaroma pemberontakan PKI Madiun 1948. Mereka mendapat penjelasan seputar pemberontakan PKI itu. *…
Jurnalis: Agus Basuki.