SKI News

9 Ruang Setda Magetan Dipoles Rp1,9 Miliar, Nuansa Jawa Jadi Wajah Baru

Published

on

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan, Rokhmat Zainuddin,

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Sembilan ruang di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan mendapat penataan melalui anggaran Rp1,9 miliar dari APBD Magetan 2026. Selain pembenahan fungsi ruang, gedung tersebut bakal diberi sentuhan budaya Jawa sebagai identitas khas Magetan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan, Rokhmat Zainuddin, mengatakan penataan dilakukan karena usia gedung sudah cukup lama. Perubahan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) juga membuat kebutuhan ruang ikut berubah.

“Gedung ini sudah cukup lama dan perawatannya juga sudah lama. Selain itu, ada perubahan SOTK sehingga organisasi di dalamnya ikut berubah. Ruang ada sekarang sudah tidak lagi representatif dengan kebutuhan saat ini,” ujar Rokhmat.

Penataan mencakup ruang di lantai satu dan lantai dua. Sejumlah ruangan dipindahkan, sementara ukuran ruang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bagian. Ruang berukuran besar dapat diperkecil, sedangkan ruang kecil diperluas.

Penataan sembilan bagian tersebut juga memperhitungkan kebutuhan pegawai serta perkembangan organisasi beberapa tahun mendatang. Ruang kerja dibuat lebih lapang agar aktivitas ASN dapat berlangsung lebih nyaman.

“Kami juga mengantisipasi perkembangan beberapa tahun ke depan, termasuk kebutuhan jumlah pegawai dan luas ruang kerja. Harapannya, pegawai bisa bekerja lebih nyaman dengan ruang lebih lapang,” katanya.

Selain ruang kerja, tersedia ruang rapat umum serta ruang rapat pada masing-masing bagian. Fasilitas tersebut diharapkan memudahkan pelayanan tanpa membuat tamu atau masyarakat harus berpindah lantai.

“Kami juga menyediakan ruang rapat umum serta ruang rapat di masing-masing bagian. Jadi, ketika ada tamu atau masyarakat membutuhkan pelayanan, tidak harus naik turun sehingga pelayanan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Rokhmat menambahkan, sentuhan budaya Jawa bakal diterapkan pada bangunan. Konsep tersebut bukan untuk menghilangkan kesan modern, melainkan memberi identitas lokal pada gedung pemerintahan.

“Bangunan nanti sedikit dipoles dengan nuansa budaya Jawa. Tujuannya memberi tanda bahwa ini bangunan khas Magetan dengan kearifan lokal,” ungkapnya.

Menurutnya, unsur budaya lokal tetap penting meski konsep bangunan mengikuti kebutuhan modern. Nuansa Jawa juga diharapkan memberi suasana lebih nyaman bagi ASN maupun tamu.

“Meski sudah modern, kearifan lokal berupa nuansa budaya Jawa tetap perlu diberi. Secara psikologis, karyawan ASN maupun tamu akan merasa lebih nyaman,” katanya.

Rokhmat menyebut perbaikan terakhir gedung dilakukan sekitar 2010. Pekerjaan sebelumnya lebih banyak berkaitan dengan bagian atap.

“Terakhir ada perbaikan sekitar 2010. Jadi sudah cukup lama. Perbaikan kali ini juga mempertimbangkan usia bangunan, termasuk kondisi atap,” pungkasnya.**

Jurnalis: Tim Redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version