SKI News
Warga Pohkonyal Jaga Asap Dapur Dengan Ternak Entok
Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Dalam kondisi ekonomi akibat terdampak pandemi Virus Corona atau covid 19 seperti sekarang, hingga membuat usaha sebagian warga mati suri, beternak unggas jenis Entok ternyata bisa menjadi alternatif yang menjanjikan.
Warga desa Desa Pohkonyal Kecamatan Pangkur Ngawi, Jawa Timur misalnya, ketekunan mereka selama 3 tahun beternak Entok bisa membuktikan ketangguhan ekonominya ditengah kondisi saat ini.
Suyanto, Ketua paguyuban mentok Desa Pohkonyal, mengatakan bahwa bidang usaha ternak entok tersebut dipilih bukan tanpa alasan, karena entok mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya lebih cepat besar, lebih tahan serangan virus dan penyakit.
“Harga jual yang lebih tinggi, sumber pakan beragam dan mudah didapat serta teknik budidaya yang mudah, mampu membuat ketahanan ekonomi para warga disini,” terang Suyanto.
Lanjutnya, bahkan saat ini variasi teknik yang telah dilakukan oleh paguyuban adalah membuat pakan dari azolla yang terbukti bisa mengurangi katul hingga 50 %.
Dibanding komoditas unggas yang lain misal ayam dan bebek, entok juga memiliki daging yang lebih banyak, sehingga bisa menjadi alternatif bagi para konsumen.
“Omset usaha ternak entok ini lumayan menjanjikan, dari bibitan seharga 8000 rupiah, dalam waktu 3 bulan bisa dijual dengan seharga Rp 45.000 hingga Rp 50.000, ” kata Suyanto.
Namun meskipun berbagai kelebihan dalam bisnis unggas ini, kendala pemasaran masih belum menjanjikan, membuat produksi para peternak tidak maksimal.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Desa Pohkonyal, karena hingga kini belum ada penjualan dalam partai besar dari pembeli.
“Para peternak terpaksa mengukur produksinya karena pemasaran hanya sebatas konsumsi rumahan saja,” kata Sukirno Kepala Desa Pohkonyal.
Sukirno berharap ada investor yang mau melirik usaha warganya ini, karena terbukti mampu bertahan ditengah kelesuan ekonomi saat ini sebagai dampak pandemi Covid 19.
Jurnalis: Ahmad Hakimi.