Warga Kembangan,Sukomoro Magetan ditangkap Polisi Karena Curanmor

HANYA BISA MENYESALI: Nur Rohman (50) warga Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, tersangka tindak pidana curanmor belasan kali hanya bisa menyesali. Setelah kabur selama 8 bulan, akhirnya dibekuk petugas Sat Reskrim Polres Madiun Kota.

HANYA BISA MENYESALI: Nur Rohman (50) warga Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, tersangka tindak pidana curanmor belasan kali hanya bisa menyesali. Setelah kabur selama 8 bulan, akhirnya dibekuk petugas Sat Reskrim Polres Madiun Kota.

Madiun.suarakumandang.com-Petualangan Nur Rohman (50) warga Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, berakhir sudah. Setelah 8 bulan kabur usai melakukan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di 2 wilayah Polres Madiun Kota dan Polres Madiun mencapai belasan kali.

“Tersangka (Nur Rohman) jadi target operasi (TO) petugas, karena melakukan tindak kejahatan curanmor di 7 lokasi dalam wilayah hukum kami. Kami mendapat informasi keberadaan tersangka berada di Pekalongan, Jateng,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro, Senin (16/01/2017).

Dapat informasi itu, tambahnya, langsung mengirim petugas untuk memburu tersangka. Hasilnya, 2 hari berada di Pekalongan, petugas dapat membekuk tersangka pada akhir pekan lalu. Selanjutnya, tersangka dibawa ke Mapolres Madiun guna kepentingan penyidikan.

Dari keterangan tersangka, tambahnya, beraksi bersama Sadinem teman satu desa, sudah tertangkap dulu oleh Polsek Saradan, Polres Madiun. Keterangan lain, tersangka menyebutkan beraksi sebanyak 7 kali di wilayah hukum Polres Madiun Kota dan 7 kali di Polres Madiun atau total ada 14 lokasi.

Ia juga mengatakan tersangka tidak tertutup kemungkinan beraksi di wilayah lain. “Hal itu masih didalami, motor hasil curian ada dipreteli dan dijual kepada orang lain. Saat beraksi, tersangka sebagai mengamati situasi, Sadinem sebagai pemetik motor,” ujar AKP Logos Bintoro lagi.

Dari tangan tersangka petugas mendapati 2 unit motor, sejumlah aksesoris motor, kunci T dan lainnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Tersangka masih meringkuk di sel tahanan Mapolres Madiun Kota guna pemeriksaan intensif.

“Hasil curian dibagi dengan teman (Sadeni), selain untuk kebutuhan sehari-hari, ada juga untuk foya-foya. Dalam beroperasi kami memilih lokasi sepi dan motor dikira-kira tidak dalam pengawasan. Setelah berhasil dapat motor dibawa kabur, untuk diganti plat nomornya. Ada juga motornya dipreteli, lalu dilupakan,” ujar Nur Rohman. Basuki/Cahyo

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.