Connect with us

SKI News

Tanpa Uang dan Koneksi, Bakul Roti Bakar Alumni IAIN Ponorogo Resmi Jadi Carik

Published

on

Tri Nurhidayat diambil sumpahnya saat dilantik menjadi sekretaris desa (Carik) Desa Bedagung, Panekan Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Meski polemik ditengah masyarakat terkait ingin menjadi seorang pejabat tingkat desa salah satunya sekretaris desa (Sekdes) atau biasa disebut Carik harus membayar  uang ratusan jutaan rupiah maupun koneksi selamanya tidak benar.

Apalagi dengan polemik surat keputusan (SK) harus menebus puluhan maupun ratusan juta, hal itu tidak di benarkan. Karena telah dibuktikan oleh Tri Nurhidayat setelah dilantik menjadi sekretaris Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Anak ketiga dari pasangan Waluyo Bendul (Almarhum) dan Suwarni mengaku  ini tidak sepeserpun Dia mengeluarkan uang hingga puluhan juta atau ratusan juta seperti isu yang beredar ditengah masyarakat.

Hal ini juga diperkuat dengan  pernyataan Barno selaku  kepala desa, Sucondani Plt Camat Panekan dan Eko Muriyanto Kepala Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Magetan.

Barno menegaskan bahwa usai dilantik menjadi sekretaris dan pelayan kasi desa tidak akan ada penarikan maupun biaya tambahan lagi. ”Tidak ada tarikan dari kedua calon yang dilantik sebagai carik maupun pelayan kasi,” kata Borno. Senin (03/05/2021).

“Kalau seragam carik maupun pelayan kasi itu beli sendiri. Sedangkan kalau syukuran itu terserah dari keduanya. Dan saya serius tidak ada tarikan biaya lagi dari pihak kami,” jelasnya usai acara pelantikan.

Senada yang dikatakan, Eko Muriyanto Kepala Dinas PMD setelah dilantik kedua perangkat tersebut tidak akan dimintai atau ditarik anggaran lagi. “Tidak ada pungutan apapun dalam proses ini , karena ini tanggung jawabnya pemerintah desa yang melaksanakan,” kata Eko.

Disebutkan, bahkan sebelum ujian sudah disampaikan kepada masing-masing calon. “Kita berbeda dengan kabupaten lain,  “Maaf” mungkin dibeberapa kabupaten ada informasi seperti “itu” tapi kalau di kabupaten Magetan tidak,” tegas Eko.

“Tidak ada biaya lagi meskipun setelah pelantikan,” ucapnya.

Eko menegaskan meski usai pelantikan kedua perangkat desa tidak ada pungutan anggaran lagi. ”Apalagi sekarang kita sudah mulai terbuka, dan semua bisa ikut mengawasinya,” tandasnya.

Sementara itu, kedua perangkat desa yang terpilih mengaku jika tiba-tiba ada permintaan anggaran dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah selama sesuai undang-undang akan mengikuti.

“Jika nanti tiba-tiba ada permintaan selama sesuai peraturan undang-undangan kami siap untuk mengikuti aturan yang ada,” kata Tri usai dilantik sebagai Carik.

Tri alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo angkatan 2013 falkutas Hukum mengaku sangat senang dan bangga setelah dilantik menjadi Carik.

“Ini baru awal perjalanan, semoga kami bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Desa Bedagung. Dan tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung dan mengawal hingga menjadi carik,”kata Tri lagi.

Usaha membuka roti bakar Malabar yang selama ini ditekuni  sesuai rencana akan membuka cabang lagi.” Alhamdulillah, rencana buka lagi dan gerobaknya sudah siap, dan nanti akan  dibantu oleh kedua teman saya serta pemuda desa ,”pungkasnya.

Sementara itu, acara pelantikan sekretaris desa  (Carik) dan kasi pelayanan (Modin) yang digelar dibalai desa Bedagung, dihadiri  Forkopimca dan tamu undangan warga desa Bedagung serta rombongan dari Dinas PMD kabupaten Magetan dan acara dilakukan secara protokol kesehatan.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Antin Budiyanti

    Mei 4, 2021 at 12:54 pm

    Alhamdulillah….. Masih ada kejujuran

Leave a Reply

Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.
error: Jangan Di Copy ya!!