Soal Kaki Dua, Ini Yang Dilakukan Camat Lembeyan Setalah Mendapat Teguran Dari Sekda Magetan

Dua Kaki kepala Desa Pupus yang saat itu sedang dinaikan disandaran kursi depan dalam acara penandatanganan di pendopo surya graha

Dua Kaki kepala Desa Pupus yang saat itu sedang dinaikan disandaran kursi depan dalam acara penandatanganan di pendopo surya graha

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Kejadian dua kaki diletakan di sandaran kursi depan saat acara penandatanganan kesepakatan bersama pengawasan dana desa (DD) sudah mendapat nasehat dari Camat Lembeyan.” Setelah mendapat teguran dari sekda Magetan saya langsung menasehati dia, supaya hal tersebut jangan terulang kembali pada acara resmi,” ujar Gatot Sapto Pramono Camat Lembeyan usai mengikuti assessment test seleksi di kantor kimageti Magetan.

“Memang benar saat itu kedua kaki kades Pupus dinaikan di sandaran kursi depannya pada saat akan dimulainya acara di pendopo Surya Graha hari senin lalu, justru saat itu yang menurunkan kedua kaki kades Pupus adalah saya sendiri,”kata Gatot Rabu,(29/10/2017).

Dijelaskan pula,setelah mendapat teguran dari sekretaris daerah Bambang Trianto, kedepan pihak kecamatan Lembeyan akan selalu memberikan pembinaan kepada kepala desa terkait tata krama dalam mengikuti acara resmi.”Kedepan kami harapkan  seluruh kepala desa untuk selalu menjaga etika, biar bagimanapun kepala desa merupakan contoh bagi masyarakatnya,”jelas Gatot.

Sebenarnya hal ini sangat disayangkan oleh tingkah laku kepala Desa Pupus banyak dinilai dari berbagai kalangan.

Salah satu PNS yang kebetulan berada diacara tersebut menyayangkan dengan tindakan kepala Desa Pupus.”Apapun alasanya kalau kaki diletakan diatas dalam acara resmi seperti kemarin, entah itu akan dimulai atau belum seharusnya tidak perlu demikian, kami harapkan hal itu tidak perlu terjadi lagi pada pejabat lainnya, apalagi budaya sopan santun sudah kental dimiliki oleh orang Indonesia,”kata seorang PNS yang enggan disebutkan namanya.

“Apalagi acara ini dihadiri oleh Bupati, Kapolres, Kajari, kades-sekabupaten Magetan, serta perwira Polri yang saat itu sudah hadir, semoga dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua saja, tidak PNS maupun PNS,“pungkasnya.Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.