Sinau Bareng Cak Nun, Mari Berpikir, Pikir Indonesia

BERI PERNYATAAN: Cak Nun didampingi Danrem 081 DSJ Madiun Kolonel (Indonesia) R Shidarta Wisnu Graha dan Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasarana, usai Sinau Bareng di Lapangan Tri Brata Polres Madiun, berakhir Sabtu (12/5) memberikan pernyataan kepada wartawan

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN. Polres Madiun menggelar “Tabligh Akbar, Sinau Bareng Cak Nun beserta Kiai Kanjeng” di Lapangan Tri Brata Polres Madiun dan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Madiun, Jum’at (11/05/2018) malam. Kegiatan itu  sebagai salah satu upaya untuk mendinginkan suasana selama tahapan proses Pilkada Serentak 2018.

Belasan ribu warga sekitar Kabupaten Madiun hadir untuk Sinau Bareng, sebelumnya juga dilakukan doa bagi 5 korban anggota Polri dalam kerusuhan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob. Sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng digelar Polres Madiun tersebut dalam rangka menjelang Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Hari Bhayangkara ke-72 dan Pilkada serentak tahun 2018.

“Bagi korban, mari doakan diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya. Keluarga ditinggalkan semoga serta kuat. Saya juga berharap, agar tidak dendam atas kejadian itu, jika amarah atau dendam terjadi tidak dapat menyelesaikan persoalan-persoalan,” ujar Emha Ainun Nadjib akrab disapa Cak Nun penuh harap.

Ia mengatakan sesuai tema Sinau Bareng malam ini Kebhinekaan tidak hanya  urusan Pilkada, tapi juga konstalansi-konstalansi lain yang bermacam – macam. Sebab itulah, memakai prinsip Sinau Bareng, prinsip berpikirnya  berpikir  Indonesia, bukan  berpikir Polri, TNI, parpol,” ujarnya.

Baik parpol, TNI, Polri maupun MUI semuanya berpikir untuk Indonesia, xara berpikir itu dasarnya Indonesia, tujuannya Indonesia, prinsipnya itu. Kalau mikirnya benar, Insya Allah aplikasinya juga benar,”

Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya menyampaikan tabligh akbar tersebut diselenggarakan untuk membentuk sinergitas Polri dengan semua elemen masyarakat dalam melaksanakan perannya menjaga kamtibmas guna mewujudkan Pilkada serentak 2018 yang aman, tertib dan lancar.

“Sesuai temanya, Polres Madiun bersama seluruh lapisan masyarakat bertekad menciptakan kebhinekaan utuh, aman, damai dan kondusif. Dengan suasana dingin, maka seluruh stakeholder terkait berupaya melibatkan semua pihak untuk aktif mewujudkan suasana aman dan kondusif,” ujarnya.

Mengamankan Pilkada adalah tanggung jawab bersama. Maka, dukungan dan peran warga dalam menjaga situasi kamtibmas sangat dibutuhkan Polrii dan TNI, pelaksaan Pilkada serentak 2018 nantinya dapat seperti darapkan,” ujar Kapolres Madiun lagi.

Ia juga meminta doa dan dukungan kepada alim ulama agar diberikan keselamatan dan kesehatan sehingga dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Madiun menjelang Pilkada serentak 27 Juni mendatang bersama-sama dengan masyarakat.

Senada disampaikan Danrem 081 Dhirot Saha Jaya (DSJ) Madiun Kolonel (Inf) R Shidarta Wisnu Graha mengajak untuk senantiasa ibadah, selain ibadah wajib seperti salat 5 waktu. “Ditambah salat dluha dan tahajud, hal itu saya lakukan membuat hidup ini terasa nikmat,” ujarnya.

Menyinggung soal pilkada, ia menegaskan TNI dijajaran Korem 081 DSJ Madiun dipastikan netral atau tidak berpihak kepada salah satu pasangan. “Saya pastikan, jika ada anggota TNI tidak netral ada sanksi menanti,” ujarnya serius.

Begitu juga, Bupati Madiun Muhtarom mengajak seluruh warga Kabupaten Madiun untuk ikut mensukseskan pilkada dengan datang ke TPS. Turut hadir Dandim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri, Ketua MUI KH M Shodiq, pimpinan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Basuki.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.