Connect with us

SKI News

Sebelas Anak “Punk” Diamankan Satpol PP Saat Makan Diwarung dan Tidur di Ruko Kosong PPU Magetan

Published

on

MEMBERI NASEHAT:Kesebelas anak punk saat di kanotr Sat Pol PP dan Damlar Kabupaten Magetan di beri nasehat oleh petugas Sat Pol PP

MEMBERI NASEHAT:Kesebelas anak punk saat di kanotr Sat Pol PP dan Damlar Kabupaten Magetan di beri nasehat oleh petugas Sat Pol PP

Magetan.Suarakumandang.com-Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengamankan sebelas anak punk yang diduga mengganggu ketertiban umum. Kasi Bina Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Khamim mengatakan kesebelas anak punk itu ditangkap saat sedang makan di warung Pasar Produk Unggulan (PPU) Maospati di sebelah timur terminal Maospati. Rabu, (08/02/2017)

Menurutnya, anak-anak itu berdasarkan laporan warga sering mengganggu pengendara sepeda motor  “Selain itu keberadaan anak-anak tersebut juga telah mengganggu estetika kota,” katanya.

Ia mengatakan, saat razia ke sebelas punk berawal akan melakukan razia banner maupun baliho yang kaduluarsa dan melanggar penertiban kota.”Awalnya kami sudah melakukan razia baliho, namun pada saat di PPU kami temukan sebelas anak punk yang sedang berada di sekitar PPU akhirnya kami razia juga ,”jelas  Khamim.

“Selanjutnya kesebelas anak punk akan kami bawa ke kantor Dinas Soaial untuk diberi pembinaan lebih lanjut,”paparnya.

Kesebelas anak punk tersebut diantaranya dari Magetan, Ngawi, Pacitan, Kediri, Klaten (jawa tengah) dan Gresik.”Salah satunya anak yang berpakian sekolah tingkat SLTA dari Magetan, pada saat kami tangkap dia masih mengenakan pakian sekolah,”ucapnya.

Eko Saputra salah satu anak punk dari Pacitan menjelaskan, pihaknya saat ditangkap tidak merasa bersalah, karena  tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.”Saat ditangkap saya sedang tidur di salah satu ruko kosong, sedangkan teman saya makan di warung,”tuturnya.

“Saya dan teman-teman juga heran kenapa kami ditangkap, salah saya apa, padahal kami tidak membuat ricuh maupun menggangu orang, bahkan beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman melakukan kerja bakti membersihkan kawasan PPU,”ungkapnya.

Lanjut Eko kerja bakti membersihkan kawasan PPU awalnya saya disuruh oleh bapak-bapak makelar yang suka nongkrong di PPU.”Bahkan dari salah satu bapak makelar memesan kepada kami kalau ada orang yang ingin membuang sampah sembarangan suruh untuk memperingatkan jangan buang sampah sembarangan,”pangkasnya.Cahyo.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.