Runtuhnya Hegemoni Partai Mayoritas Di Magetan

lambang bendera partai

lambang bendera partai

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Dinamika politik di Magetan saat ini sudah berbeda jauh dengan 10 tahun lalu, Magetan saat itu dikuasai oleh satu partai yakni PDI Perjuangan.

Sesuai peraturan perundang-undangan pemilihan umum dan peraturan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur bahwa untuk dapat memberangkatkan calon bupati  dan wakil bupati Kabupaten Magetan harus  memiliki sembilan kursi yang duduk di Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan.

Indra Priangkasa Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra  Kabupaten Magetan , Jawa Timur menjelaskan, pihaknya menilai itu riil terjadi di Magetan saat ini, sejumlah  partai yang ada di DPRD tidak ada yang memiliki sembilan kursi.

“Kursi paling banyak di PDI Perjuangan  sejumlah 8 kursi , partai Demokrat  7 kursi  artinya untuk memberangkatkan bakal calon bupati Magetan mereka harus berkualisi dengan partai lain,”jelasnya.

Dia juga mengatakan, Karena harus kuwalisi, maka seorang bakal calon dia harus juga terdaftar  di dalam partai-partai  yang pada gilirannya harus berkualisi.

Indra menjelaskan, sekarang seperti di partai Pembangunan persatuan(PPP) membuka pendaftaran, disitu tertera beberapa nama  calon pendaftar, PPP yang hanya dua kursi, Demokrat yang hanya tujuh kursi, Gerindra yang hanya empat kursi , PDI Perjuangan hanya delepan kursi , ketika berkualisi mereka akan memberangkatkan calon dan andai kata partai-partai itu pada giliranya melakukan kualisi secara utuh dan secara legal untuk memberangkatkan calon, maka calon-calon tersebut tidak harus terdaftar dipartai-partai itu, tetapi  kalau kemudian partai-partai tersebut berkualisi, tapi ada satu calon yang tidak mendaftar di partai A (misal) tentu saja partai tersebut  tidak bisa akan mengusulkan calon yang bersangkutan ke struktur di Dewan Pimpinan Pusat Partai.

iklan

iklan

Oleh karena itu, maka kami berharap para calon, sebelum terbentuknya kualisi partai , kami berharap dari semua  calon  bisa melakukan pendaftaran di semua partai yang pada giliranya nanti semua partai itu akan berkualisi dan mereka semua terdaftar  sebagai  calon kepala Daerah di partai itu sendiri.

Masih kata Indra, dinamikanya seperti itu kami berharap bawa tren. Kalau dulu 2003 waktu pemilihan DPR dinamika  seperti ini tidak pernah terjadi  di 2008. PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu bisa memberangkatkan sendiri. Lanjutnya,  di tahun 2014 PDI Perjuangan juga begitu, artinya ini berbeda dengan keadaan 2018 tidak ada partai yang bisa memberangkat kan calon sendiri .

jadi dinamika ini juga dipengaruhi  oleh perolehan kursi dan juga konstalatif politik di daerah ini lebih dinamis, lebih memberikan kontribusi pendidikan politik kepada masyarakat kabupaten Magetan.

“Jadi tidak ada lagi partai yang memiliki hegemoni  atau paling “kuat” itu tidak ada, sekarang partai masing-masing punya peluang untuk menjadi pemenang PILKADA 2018. ,”pungkasnya. Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.