Puji Kuswati Terduga Pelaku Pengeboman Gereja di Surabaya Pernah Sekolah di SD, SMP dan SMA di Magetan

Rumah Pak Dhe dan Bu Dhenya yang ada di desa Krajan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Setelah mengetahui nama pelaku bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia jalan Diponegoro Surabaya, Sabtu,(13/05/2018) lalu, ternyata  Pernah tinggal di desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur . Sontak membuat sejumlah warga Desa Krajan, Kecamatan Parang, Magetan  kaget dan banyak tak percaya.

“Puji Kuswati ini tinggal di desa Krajan sudah sejak usia 18 bulan, bahkan  dia sekolahnya dari SD, SMP dan SMA di Magetan. SD nya di SDN1 Krajan, SMP nya di SMPN 4 Magetan dan SMA nya di SMAN 2 Magetan,”ujar Mujiono Kepala Desa Krajan, Kecamatan Parang saat ditemui wartawan suarakumandang.

Puji Kuswati sejak kecil diasuh oleh Pakdhenya  bernama Rijan (80) dan budhenya bernama Sukar  (Almarhum) .Dia tinggal di desa Krajan RT 08, RW 02, Kecamatan Parang. “Sengaja dititipkan ke paman dan bibiknya karena  keduanya  tidak mempunyai anak.”Setelah lulus SMA dia kuliah di Surabaya dan dan S 2-nya di Australia kabar itu saya dapat dari sepupu iparnya,”kata Mujiono.

“Dia itu orangnya pendiam, rajin, cerdas dan mempunyai paras wajah cantik. Bahkan warga sini menilai dia sosok perempuan yang sopan dan baik. Hingga kini paman dan bapaknya yang tinggal di Banyuwangi  masih shok setelah mendengar kabar bom bunuh diri,”terangnya.

Masih kata Mujiono, kami dan warga sini sempat tidak percaya kalau Puji Kuswati  terlibat bom bunuh diri yang dilakukan di Gereja Kristen Indonesia jalan Diponegoro Surabaya, Sabtu,(13/05/2018) lalu.

Ketidak percayaan kades Krajan terkait Puji Kuswati terlibat bom bunuh diri, karena ibu empat anak ini mempunyai kepribadian yang baik.”Kalau dia terlibat seperti itu dugaan saya pengaruh kuat dari sang suaminya,”paparnya.

Dijelaskan pula,  kedua orang tua kandung Puji Kuswati tinggal di Banyuwangi yakni di desa  Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten  Banyuwangi, Jawa Timur.”Bapaknya asli warga desa Krajan sini, sedangkan ibunya asli warga desa Magunrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan,”kata Mujiono lagi.

“Kedua orang tua Puji Kuswati masih sehat semua. Bapaknya bernama Haji Kusni dan ibunya bernama Minarti Isfain . Orangtuanya  juga miliader pengusaha jamu terbesar di Banyuwangi,”paparnya.

Sementara itu, pasca kejadian bom di gereja Surabaya  dan Wonocolo Rusunawa di Sidoarjo dan Mapolrestabes Surabaya  Polres Magetan memperketat pengamanan di Mapolres setempat.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.