Connect with us

SKI News

Prosesi Kirab Pusaka Dan Tumpeng Purak Di Ponorogo

Published

on

Prosesi kirab pusaka dan tumpeng purak menyambut tahun baru Islam disambut masyarakat dengan antusias.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa TImur gelar prosesi kirab pusaka dan tumpeng purak menyambut tahun baru Islam disambut masyarakat dengan antusias.

Ratusan warga baik anak anak maupun orang dewasa ini langsung berebut tumpeng yang berisikan hasil bumi usai diberikan doa.

Bahkan sejumlah emak emak dan anak anak yang ikut berebut sempat terinjak injak dan menangis meminta pertolongan. Beruntung, sejumlah warga langsung menyelamatkan korban.

 Warga baik orang tua maupun anak muda rela berebut hingga saling dorong demi mendapatkan berbagai hasil bumi.

Karena dipercaya memberikan berkah bagi siapa saja yang mendapatkan. Baik dimakan langsung maupun dimasak terlebih dahulu.

 Salah satu pengunjung yakni Aringga Nuranggrani warga Ponorogo mengaku sangat senang dengan acara tersebut meskipun harus panas-panasan saat menunggu acara mulai.

“Tadi saya dapat 3 hasil bumi, dan saya tadi sempat terinjak, Semoga ini bisa membawa berkah di awal bulan Suro,”jelasnya.

Sebelum diperebutkan, tumpeng raksasa hasil bumi bersama tiga pusaka, masing masing sabuk cinde puspito, tombak songsong tunggul wulung dan tombak tunggul nogo, di kirab sejauh 7 Km dari kota lama menuju alun alun Ponorogo.

 tradisi ini merupakan sebuah cerita perpindahan dari kota lama menuju pusat pemerintahan yang saat ini berjalan.

Tradisi tahunan ini memang selalu digelar setiap satu hari menjelang bulan suro atau tahun baru islam.

Selain untuk nguri nguri budaya. Tumpeng yang dijadikan rebutan merupakan wujud syukur pemerintah daerah karena petani diberi hasil panen yang berlimpah.

 “Itu maknanya berebut berkah,  berebut kebaikan, mudah mudahan ini sebuah doa dalam teatrikal semoga Allah SWT mendengar dan Ponorogo menjadi berkah.”jelas Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo.

 Dijelaskan bahwa memaknai Tahun Baru Hijriyah bersama masyarakat untuk intropeksi menengok ke belakang bahwa tahun lalu apa yang dilakukan jangan pernah merasa berhasil dengan keberhasilan.

“Mari kita berkaca dan introspeksi untuk memandang kedepan bahwa PR kedepan lebih berat dan kita harus optimis,”tegasnya, Selasa, (18/07/2023).

Sementara itu, selain pelestarian budaya yang menceritakan perpindahan pemerintahan, kirab pusaka dan tumpeng purak merupakan salah satu ikon untuk menarik wisatawan di Ponorogo.

Jurnalis: Tim.