Connect with us

SKI News

Polres Ngawi Ungkap Uang Palsu Dari Mantan Kadindik Madiun

Published

on

Satreskrim tunjukan sekantong uang palsu senilai setengah milyar dalam pers rilis Senin (28/09/2020)

Suarakumandang.com,BERITA  NGAWI. Satreskrim Polres Ngawi berhasil ungkap peredaran uang palsu senilai Rp 500 juta labih, yang diedarkan oleh 3 pelaku dengan salah satunya mantan kepala DInas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Madiun. Ketiganya adalah Sumardi ( 63), Sarkam ( 61) dan adiknya Karti ( 55) warga Babadan , Pangkur Ngawi.

Sedangkan pengedar utamanya Sumardi adalah warga Wonoasri Kabupaten Madiun, merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten  Madiun yang sempat mencalonkan Bupati madiun tahun 2013 namun gagal.

Pengungkapan ini atas laporan salah seorang pemilik BRI Link yang ada di desa  Babadan, Pangkur Ngawi karena gagal menyetorkan uangnya akibat dinyatakan palsu oleh pihak bank.

Atas laporan tersebut, ditangkaplah Karti yang kemudian menyeret Sarkam dan berujung kepada Sumardi.

Dari penggeledahan dirumah Sumardi, ditemukan uang palsu senilai 502 juta. Dari sinilah kemudian diketahui jika Sumardi mendapatkan uang palsu tersebut dari pelaku lain berinisial AT yang kini ditangkap oleh Poltabes Surabaya.

“Kita akan berkordinasi dengan Polrestabes Surabaya terkait tersangka lain yang diamankan disana”, kata Kasat reskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama saat rilis Senin siang ( 28/09/2020).

Sementara itu, dari pengakuan tersangka,  sebelum tertangkap, telah berhasil melakukan penyetoran sebanyak 4 kali dengan total 44.5 juta rupiah dengan  setiap kali transfer tersangka mendapatkan 200 ribu rupiah yang dikirim ke rekening istri tersangka Sumardi.

Selanjutnya tersangka pengedar uang palsu akan dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal 26 jo pasal 36 UU RI no 7 tahun 2011 tentang mata uang serta pasal 245 jo pasal 55 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Jurnalis:  Ahmad Hakimi.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.