Polisi Tangkap Sindikat Penipuan Penerimaan Bintara Polri

Polisi sat menujukan barang bukti seragam Bintara Polri saat pres liris di Makpolres Ngawi.

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi, Jawa Timur berhasil membongkar sindikat penipuan penerimaan bintara Polri. Dari tangan tersangka petugas menyita belasan seragam Bintara Polri, bukti transferan uang dari korban serta buku rekening milik tersangka bernilai miliyaran.

Pria (28)  asal Desa Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangkarya, Kalimatan Tengah ditangkap saat memberikan pembekalan dan pelatihan kepada belasan korban di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

AKP Muh Indra Nadjib Kasat Reskrim Polres Ngawi mengatakan tersangka ditangkap disebuah hotel di Karanganyar, Jawa Tengah.”Kami menangkap karena tersangka  melakukan penipuan kepada belasan korban untuk masuk bintara Polri,”ujar Indra.

“Barang bukti transferan uang dari korban, dan buku rekening milik tersangka yang nilainya mencapai miliaran rupiah, diduga hasil dari penipuan,”kata Indra.

Terbongkarnya sindikat penipuan penerimaan Bintara Polri bermula, atas laporan Suradi (66) warga Desa/Kecamatan Ngawi dia merasa tertipu oleh tersangka karena sudah mentransfer uang sebesar Rp 350 Juta akan tetapi anaknya tetap tidak diterima di Bintara Polri.

Padahal dalam hal ini anak korban sudah mengikuti pembekalan dan pelatihan layaknya Bintara Polri, lanjutnya, anak korban juga diberikan seragam Bintara Polri lengkap.

“Petugas yang mencium keberadaan tersangka di jawa tengah langsung melakukan pengejaran. Dalam penangkapan kami dibantu petugas Polsek Pasar kliwon Surakarta, tersangka yang saat berada di hotel langsung digrebek oleh petugas. Saat tersangka ditangkap sempat mengaku anggota Polri berpangkat Kompol,”terangnya.

Lanjut Indra, tersangka Fery ini mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Kompol, namun setelah dicek ternyata tidak benar dan hanya warga sipil biasa.”Data awal yang kita terima 12 orang korbannya dari beberapa kabupaten di Jawa Timur,  korban dilatih Fery di Karanganyar dan akan di masukan menjadi Polri,”paparnya.

Dalam kasus ini hanya saja ke 12 korban yang ada baru satu korban yang melapor ke Polisi. Ke 12 korban berasal dari berbagai kabupaten Jawa Timur. Di Ngawi sendiri ada 4 korban rata-rata korban telah menyetor uang kepada tersangka mulai Rp 350 juta hingga 1 miliyar.

“Hingga kini pihak kami masih mengembangkan kasus penipuan penerimaan Bintara Polri yang diduga banyak melibatkan pelaku. Pelaku sendiri oleh petugas bakal dijerat pasal penipuan yang ancaman hukumannya maksimal 8 tahun penjara,”pungkasnya. Ratno.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.