Connect with us

SKI News

PMK di Ponorogo Terus Bertambah, Dokter Hewan Kuwalahan

Published

on

Petugas medis saat memeriksa sapi ternakk yang terjangkut PMK

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Jumlah ternak sapi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus bertambah sehingga membuat para dokter hewan dari DIinas Pertanian, Ketahanan pangan dan Perikanan (Dipertahankan) kuwalahan menangani banyaknya sapi ternak warga yang terjangkit PMK.

Seperti Didik Roihudin seorang paramedis veteriner wilayah kecamatan Ponorogo dan kecamatan Sukorejo yang bekerja hingga larut malam demi dapat mengecek, mengobati hingga menyuntikan sapi ternak milik warga yang terindikasi terjangkit PMK.

Setiap hari, Dia harus mendatangi satu persatu peternak yang melaporkan jika sapi miliknya terjangkit PMK. Bahkan pekerjaan ini dilakukan sejak pagi hingga larut malam.  sebab dalam sehari, jumlah penambahan sapi yang terjangkit PMK di dua kecamatan ini bisa mencapai 40 ekor.

“Setiap hari penambahan sakitnya banyak laporan yang ke kita sehari bisa 30-35, bahkan kemarin 40 ekor yang sakit, disini  kita juga kesulitan tenaga,  kita berangkat jam 07.00  WIB dan pulang sudah Adzan Maghrib belum selesai masih menyisakan pasien,”kata Didik.

Tak hanya kuwalahan menangani sapi yang terjangkit PMK. Petugas kini juga sudah kehabisan stok obat, akibatnya mereka kini terpaksa membeli secara mandiri ke suplayer obat dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Selain kuwalahan ini kabarnya juga kehabisan stok obat,  iya obat di mana-mana habis karena kayaknya kabupaten lain juga sama seperti kita mencari obat di mana-mana ndak nemu,”paparnya.

Untuk mengupayakan mendapatkan obat terpaksa pihak membeli obat dari luar.” kita beli obat dari luar itu yakni  dari supplier yang kita punya kita minta biar bisa diberi obat walaupun harganya lumayan mahal yang penting kita ada obat,”terang Didik.

Sementara peternak sapi sendiri memang sangat mengharapkan kedatangan petugas dari dinas terkait untuk segera melakukan pengobatan terhadap sapi yang terkena PMK,  mereka khawatir jika tidak segera ditangani, sapi mati dan menyebabkan peternak merugi banyak.

 “Disini masih banyak sapi yang terkena PMK, kurang lebih lebih dari puluhan, la wong satu orang punya 4 ekor la kalau satu desa lebih kalau puluhan,”terang Supryadi perternak sapi.

Dalam hal ini, petugas medis hewan juga menghimbau kepada peternak agar tidak panik ketika ternak terjangkit PMK.  sebab PMK bisa disembuhkan dalam waktu 14 hingga 21 hari asal diobati.  Termasuk rajin membersihkan kandang serta memberikan jamu herbal untuk sapi agar daya tahan sapi meningkat.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.
error: Jangan Di Copy ya!!