Pertama Melihat Tanah Longsor Di Ponorogo, Selamet Hanya Bilang “Astaghfirulloh”

Selamet

Selamet bersama tim BPBD Kab Magetan saat dirumahnya.

Ponorogo.Suarakumandang.com– Astaghfirulloh itu yang hanya bisa Slamet ucapkan  ketika melihat bukit setinggi 150 meter longsor. Saat kejadian bapak dua anak itu tak bisa berbuat banyak yang bisa dilakukan, hanya diam dan menyebut asma Alloh disambung Astaghfirulloh.

Sebelum kejadan tanah longsor Slamet (57) pagi itu sedang minum kopi yang di buatan anaknya yang masih duduk di bangku kelas VII SMP. Pukul  06.30 WIB, anak ragilnya pun berpamitan berangkat sekolah, tak lama kemudian Slamet menyusul berangkat ke ladang.”Anak saya berangkat sekolah sedangkan saya keladang,”iya-nya.

“Sesampai di ladang saya pun memulai aktifitas lulur jagung. Ketika saya sedang lulur jagung tiba-tiba persis didepan mata saya kurang lebih bukit setinggi 150 meter  longsor disertai suara gaungan yang sangat dahsyat,.saat itu saya hanya terdiam dan tak berajak, sambil mengucapkan kalimat Astaghfirulloh,”jelas slamet.

Suara yang begitu keras slamet mengaku belum pernah mendengar dahsyatnya suara tersebut.”Tak lama kemudian saya teringat yang ada di rumah, sambil berlari bercampur rasa khawatir saya berteriak dan sesampai di rumah saya memeluk keluarga dan pergi mencari tempat yang lebih aman.” katanya.

Saat kejadian saya melihat persis waktu tanah itu turun ke bawah.”Pas lemah iku mudun kulo mung iso ngrungokne sambi ningali lemah kados diseret kebo ireng, abang lagi wingkinge lebu kang longsor niku, tratap ati iki ampek rosone mung meneng lan ngucap kalimat Astaghfirulloh,”tutupnya.

Sementara saat ini rumah Slamet digunakan sebagai  penginapan atau base camp dari  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Magetan.

Hati seneng  jika rumahnya untuk menginap para tim evakuasi, dia mengaku dapat membantu meskipun hanya tempat tinggal.” Jujur mawon kulo remen, soale namung niki saget kulo bantu. Mugi-mugi korban longsor ugi lekas kepanggih sedowo lan lancer, sementara rumah saya dengan lokasi longsor hanya berjarak 100 meter persisnya  depan rumah saya,” jujurnya.cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.