Connect with us

SKI News

Para Orang Tua di Magetan Desak Suwata Sekolah Tatap Muka

Published

on

ilustrasi seorang kakak saat membantu mengerjakan pekerjaan sekolah

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Berbagai keluhan yang diutarakan orang tua murid di Magetan, Jawa Timur soal anaknya yang lama tidak mengikuti sekolah tatap muka.  Rasa kekhawatiranpun  mulai bermunculan. 

Bahkan dari sejumlah orang tua murid lebih menginginkan anaknya  sekolah tatap muka, disebabkan kekhawatiran terhadap anaknya yaitu soal teknologi handphone dirasa tidak mendidik.

“Dulu anak dilarang pegang handphone, sekarang justru sebaliknya tapi bagi anak di kalangan menengah ke atas tidak menjadi masalah,” ujar Rachmat warga Magetan.

Lanjutnya, masalah kedua, pengadaan handphone juga butuh biaya tidak semua orang tua mampu membelikan anaknya.

“Kalaupun bisa terbelipun, kegunaan dan kemudharatan itu lebih cenderung kalau tidak diawasi dengan kedewasaan handphone itu membuat ketidakbaikan. Jadi lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya,” terangnya.

Dalam hal ini, meminta pihak pemerintah segera melakukan sekolah tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan.” Saya juga menyadari dengan adanya COVID-19, akan tetapi saya menginginkan sekolah tatap muka,” ungkapnya.

 “Mungkin cara masuk pergantian separuh masuk sore dan  separuhnya lagi masuk pagi, dan gurunya bisa mengawasi secara ketat dengan protokol kesehatan,” mintanya.

Senada yang dikatakan Rachmat, seorang orang  tua di Desa Krajan, Kecamatan Parang mengaku belum bisa membelikan handphone untuk anaknya yang duduk di bangku SMPN.

Selama ini untuk mendapatkan pelajaran daring anaknya harus meminjam handphone kepada temannya yang kebetulan bertetangga.

Dia juga mengaku, sejak diberlakukan sekolah daring anaknya sering bermain handphone, bahkan sering lepas kontrol dari pengawasannya.

Dari sejumlah orang tua murid di Magetan tak sedikit mendesak pemerintah untuk melakukan sekolah tatap muka. Kekhawatiran orang tua semua hampir sama.Takut jika anaknya tidak pandai dalam mendapat ilmu atau pendidikan sekolah.

Sementara itu, Suwata kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Magetan mengatakan bahwa secara pribadi menginginkan sekolah tatap muka. Namun hal ini tidak bisa dilakukan karena sesuai surat edaran Bupati tantang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro diperpanjang sampai tanggal 5 April 2021.

“Sampai tanggal 5 Apil 2021 nanti kita koordinasi dengan gugus tugas, namun untuk sementara disuruh untuk menanti sebentar, sambil menyiapkan,” ucap Suwata, Jumat, (26/03/2021).

Insya Allah lanjut Suwata, ujian nanti akan dilakukan tatap muka. Kalau SD nanti  bukan Mei, sedangkan SMP bulan April tapi tatap muka ini akan berlangsung saat ujian saja.

“Tatap muka nanti kita coba 50 persen dari jumlah siswa yang masuk sekolah Senin sampai hari Jumat,” pungkasnya.

Jurnalis : Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.