Panitia Jalan Santai “Kang Suyat”, Sepertinya Tak Pernah Menggubris Pesan Sumantri Bupati Magetan

Sapnduk melintang di timur GOR ki Mageti. Foto:Edo

Spanduk melintang di timur GOR ki Mageti. Foto:Edo

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Seperti dikutip di berita on line suara kumandang.com (30/09/2017) lalu. Sumantri bupati Magetan selalu berpesan kepada semua kalangan terutama bagi para bakal calon bupati Magetan, bermainlah sesuai peraturan yang ada jika ingin mengenalkan dirinya kepada masyarakat.Pasanglah spanduk, baliho, dan banner pada tempatnya.

Berikut kutipannya, Bupati Magetan Sumantri berpesan penting kepada semua bakal calon bupati Magetan bermainlah dengan sportif dan satria.”Saya berpesan kepada semua bakal calon bupati Magetan, jika ingin mengenalkan dirinya kepada masyarakat pakailah cara yang sudah ada peraturan jangan dengan cara merusak lingkungan seperti memaku di pohon atau dengan memasang spanduk melintang,”ujar Sumantri usai melantik 3 pejabat pemerintahan di pendopo surya Graha.Jumat,(29/09/2017) lalu.

Baru saja Sumantri bupati Magetan berpesan, namun panitia jalan santai  yang bertujuan untuk mengenalkan Suyatni (kangSuyat) bakal calon bupati Magetan kepada  masyarakat mulai berulah dengan memasang spanduk bertuliskan “start” melintang persisnya didepan stadion Yosonegoro.

Pemasangan spanduk yang melintang dijalan tersebut membuat Chanif Tri Wahyudi Plt Kasat Pol PP Kabupaten Magetan yang menggantikan Agung Lewis yang saat ini menjadi Plt Dinas Lingkungan Hidup mengaku tidak habis berfikir.”La wong jelas sudah tidak diperbolehkan tapi tetap saja memasang spanduk melintang dijalan, itukan melanggar,”ucapnya.

“Tidak hanya sekitar alun-alun Magetan untuk ditertibkan dari semua jenis spanduk, baliho, dan banner, akan tetapi diluar kota Magetan kami akan tetap melakukan penertiban,”paparnya.

Dijelaskan pula, semua sudah diatur di dalam peraturan daerah dan pusat, seperti banner dipaku di pohon sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) kabupaten Magetan nomor 16 tahun 2005 tentang penertiban pemasangan reklame.

Sementara bando dan baliho yang melintang jalan sudah diatur sesuai peraturan menteri pekerjaan umum (PU) nomor 20 tahun 2010 tentang pemanfaatan bagian-bagian jalan, pada kontruksi bangunan diatas jalan.

“Jadi semuanya sudah  jelas, jangan memasang banner atau bahlio tidak pada tempatnya, semua ada aturan mainnya, kami harapkan semua bakal calon bupati dan wakil bupati berilah contoh kepada masyarakat Magetan, “tegas Sumantri.

Sementara itu, acara jalan santai yang bertujuan untuk mengenalkan bakal calon bupati kepada masyarakat Magetan banyak mendapat sorotan yang tidak menyenangkan.

Selain pemasangan spanduk melintang dijalan, usai acara jalan santai kawasan stadion dan GOR hingga jalan kearah jembatan gandong III dipenuhi sampah.

Tak hanya ribuan bahkan jutaan sampah dari berbagai jenis mengotori jalan di Magetan.“Saya hanya menyayangkan semestinya tumpukan sampah ini segera di tangani dan jangan langsung dibiarkan, apalagi ini musim hujan bisa jadi sampah tersebut masuk sungai dan menyebabkan banjir,”kata pria yang setiap hari bekerja sebagai  sopir sayur yang kebetulan ikut jalan santai.

“Sampah ini berasal dari peserta jalan santai dan pengunjung yang kebetulan melihat, mulai dari gelas air mineral, kulit kacang, dan sebagainya,” katanya.

Agung Lewis Plt Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan mengaku belum ada koordinasi dengan pihaknya.”Oooo kegiatan jalan santai  itu to mas, ya saya tahu, sesuai informasi memang banyak tumpukan  sampah dimana-mana, khususnya dijalan stadion sampai di jalan masuk jembatan gandong III ,”ungkap Agung Lewis kepada suara kumandang.

“Apapun yang terjadi itu sudah tanggung jawab DLH dan nantinya akan dibersihkan, akan tetapi hal ini sangat disayangkan mestinya pihak panitia sebelum acara jalan santai dimulai koordinasi dulu biar pihak kami mempersiapkan tenaga bersih-bersih,”paparnya.

Masih kata Agung, terkait kebersihan pihak DLH belum pernah sama sekali diajak koordinasi dengan panitia kegiatan jalan santai .”Semestinya kalau ada acara yang sifatnya massa seperti ini (jalan santai,red) seharusnya jauh hari sebelumnya pihak DLH diajak koordinasi biar nanti tidak ada saling salah paham,”tuturnya.

DLH kota Magetan kotor sudah merupakan menjadi tanggung jawab , tapi apabila mengadakan acara yang mengakibatkan kotor besar DLH seharusnya diajak rapat , “Dari situ nanti kapan akan saya menugaskan petugas kami,

“Dari awal sampai sekarang pihak DLH belum pernah sama sekali diajak koordinasi, apalagi pemberitahuan soal jalan santai, ”ucapnya kepada suara kumandang.

Sementara itu, pihak panitia diketahui usai acara selesai langsung melakukan pembersihan dilokasi stadion dan GOR.”Ya mas, ini saya sedangmelakukan bersih bersama teman-teman, ini berhenti dulu karena hujan,”kata Agung Hermawan ketua panitia jalan santai kang Suyat.

“Memang pihak panitia jalan santai belum koordinasi dengan pihak DLH terkait kebersihan, saat ini saya dan teman-teman akan membersihkan sekitar stadion dan GOR, selanjutnya akan membersihkan jalan di Magetan,”kataAgung.

Kata Agung, soal spanduk yang melintang di jalan persisnya di timur GOR  akan segera langsung dilepas.”Padahal pemkab nek masang spanduk ngarep pendopo kok gpp yaa,”bantah Agung usai dikonfirmasi terkait spanduk melintang didalam acaranya.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.