Niken Larasati Blusukan Di pasar Plaosan Magetan

Magetan.Suarakumandang.com- Niken Larasati  blusukan ke pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur melihat keadaan pasar Tradisional Plaosan. Dalam agenda blusukannya, Niken Larasati yang merupakan salah satu Calon Bupati Kabupaten  Magetan, kali ini memilih blusukan di pasar tradisional. Minggu, (13/08/2017).

“Kami ingin mengetahui kondisi pasar tradisional di Plaosan, baik dari penataan, pengelolaan maupun bangunannya,”ujar Niken Larasati.

Dijelaskan pula, hal ini penting mengingat pasar tradisional merupakan ruang pertumbuhan ekonomi kerakyatan, lanjutnya, dimana banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari pasar tradisional.

“Jika pasar tradisional ini tidak bisa memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli, ini akan menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,”jelasnya.

Kata Niken Larasati,  dampak ekonomi yang lahir dari pasar tradisional bukan hanya pedagang yang mampu mengambil ruang ekonomi, akan tetapi juga para petani, tukang ojek, parkir dan masih banyak lainnya.

Apalagi Magetan mayoritas petani,  dengan adanya pasar tradisional, masyarakat Magetan khususnya wilayah Plaosan yang bekerja sebagai petani dapat menjual hasil produksinya.

Perputaran uang yang besar dan bisa dinikmati oleh masyarakatlah yang kemudian menjadikan bahwa pasar tradisional patut dijaga dan dikembangkan lebih baik.

“Coba bayangkan jika pasar tradisional ini tidak ada,  kemana para petani akan menjual produknya,  “Apakah ke pasar modern” itu tidak mungkin. yang jelas mereka tak segampang menjual di pasar tradisional. ”papar  Niken Larasati.

Tak hanya itu saja, Niken Larasati yang merupakan putra daerah asal Plaosan Magetan  juga ingin melihat keamanan pasar Plaosan.”Setelah kami  berkeliling dan melakukan bincang dengan banyak orang sepertinya tidak ada masalah dengan keamananya, “ucapnya.

Keakraban Niken Larasati dengan pedagang Nampak jelas ketika Niken Larasati menyaksikan transaksi antar pembeli dan penjual.”Dalam transaki mereka bisa bercanda sambil tawar menawar, oba kalau di lain pasar tradisonal, mereka tidak bisa tawar menawar karena sudah ada harga terlebel di bungkusnya, , paling nanti kalau ditawar mbaknya yang dikasir hanya lempar senyum,”cetus Niken Larasati sambil tertawa kecil dengan para pedagang pasar Plaosan.

Agenda blusukan ini juga dimanfaatkan oleh Niken Larasati untuk belajar membuat tempe. Niken Larasati pun belajar membuat tempe dengan Mbah Sumi warga desa Plaosan Magetan.

Terkait isu kelangkaan garam , Niken Larasati  anggota DPRD Kabupaten Kendal Jawa Tengah menuturkan, di pasar Plaosan persedian garam sudah cukup,”Alhamdulilah mas, untuk persedian garam di pasar Plaosan sudah terbilang cukup,”katanya kepada suara kumandang.

Sementara itu, pihaknya berharap kedepan masyarakat kabupaten Magetan tetap terjaga keamanannya.”Ya, paling tidak kalau daerahnya nyaman, aman, akses ekonomi bagi masyarakat semakin terbuka. Dengan begitu Insya Alloh roda perekonomian juga lancar dan pastinya itu akan memberikan dampak yang sangat positif dan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kabupaten Magetan,”. Mari untuk semuanya jaga bersama-sama agar pasar tradisional ini tetap ada dan maju. Pungkasnya.SKI (E).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.