Niken Larasati: Berharap Kampung NU di Magetan Juga Jadi Desa Wisata Kuliner

SELFIE:Niken Larasati ketika dimintai satriawan dan santriwati untuk diajak selfie usai acara di panggung

SELFIE:Niken Larasati ketika dimintai satriawan dan santriwati untuk diajak selfie usai acara di panggung

Magetan.Suarakumandang.com-Wisata lebaran ketupat yang digelar di desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur Minggu, (02/07/2017) lalu selain membuat Niken Larasati terkagum ternyata juga membuat Niken Larasati  mempunyai harapan kepada acara tersebut bisa menjadi desa wisata kuliner.

“Acara ini sangat bagus sekali, kenapa saya sampai bilang demikian, karena dengan adanya acara kampung NU yang dikemas pengajian dan  makan ketupat secara gratis, maka akan menjadi daya tarik sendiri bagi pengujung untuk menyaksikan,”ujar Niken Larasati.

Menurutnya, acara tersebut terbilang sangat spektakuler, karena tidak hanya acara pengajian saja, namun panitia  juga menyediakan ratusan ketupat yang ditempatkan  berjajar hingga puluhan meter yang digantung di depan setiap rumah warga.

”Dan tidak hanya ketupat saja, tapi warga setempat juga menyiapkan menu lauk seperti pecel, sayuran dan masih banyak lagi,”kata Niken Larasati putra daerah Plaosan Magetan yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Kendal Jawa tengah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Konsep dengan mengantungkan ketupat hingga puluhan meter jaraknya menurutnya bisa menjadi dayak tarik sendiri bagi pengujung maupun wisatawan.

Tidak hanya itu saja, dengan acara tersebut akhirnya muncul  kekreatifan warga membuat ketupat lebih baik.”Saya yakin kalau memang selain acara pokok, acara ini bisa  diarahkan ke desa wisata, dengan harapan kedepan  akan bisa menggangkat perekonomian warga sekitar, apalagi baru kali pertama ini kampung Nahdlatul Ulama (NU)  di Indonesia,”ucapnya.

Menurutnya acara ini sangat baik sekali bila dijadikan destinasi wisata kuliner di Kabupaten Magetan. Acara ini berharap bisa terus dilestarikan, lanjutnya tradisi budaya yang unik dan langka baru kali pertama ada di Indonesia ”Mengapa perlu dilestarikan karena dilihat dari sisi sosial maupun perekonomian sangat bermanfaat bagi warga sekitar,”tuturnya.

Magetan yang punya banyak potensi ini tentu harus dikelola secara bersama (NYAWIJI), agar potensi yang ada dapat dikelola dengan maksimal.

Sementara dalam wisata lebaran ketupat kampung Nahdlatul Ulama (NU) dan Halal Bialal Keluarga besar Nahdiyin dihadiri oleh Kiyai H Ali Sodikin, ketua Muslimat kyai Mansur, serta satriawan dan santriwati sekabupaten Magetan.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.