Merasa di kelabuhi Kadesnya, Ratusan warga Demo

Ratusan warga desa Kandangan Ngawi demo di depan balai desa

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Merasa di kelabuhi oleh Kepala Desanya, ratusan warga Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi Kota, kabupaten Ngawi, Jawa Timur  berdemo di depan kantor desa setempat, Rabu ( 06/02/2019).

Berbekal berbagai poster kecaman, warga menuntut agar pelantikan tiga orang yang ditetapkan sebagai Kaur Perencanaan, Kaur Tata Usaha dan Umum serta Kaur Kesejahteraan di batalkan.

Alasanya ketiga orang tersebut cacat ketentuan dalam ujian perangkat desa yang di selenggarakan bulan Desember yang lalu.

Cacat ketentuan yang dimaksud warga adalah tempo pendaftaran yang seharusnya satu minggu namun baru tiga hari sejak pendaftaran dibuka ujian terselenggara.

“Yang dikatakan cacat hukum, Pak Kades saat itu sesuai keterangan dari kecamatan soal sela pendaftaran yang seharusnya tempo seminggu kemudian baru dilaksanakan ujian. Tapi kenyataanya setelah tiga hari pendaftaran ada ujian perangakat,” beber Sriyono salah seorang pendemo.

Polemik ini sebelumnya sudah dibahas dalam musyawarah desa dan disepaki akan dilakukan ujian ulang, namun kesepakat tersebut sirna setelah terbitnya surat keputusan pengangkatan no 188/02-04 / 404. 301. 06/ 2019 tentang keputusan pengangkatan tiga perangkat tersebut.

Surat inilah yang menjadi puncak kegeraman warga dan menuding ketidak konsistenan kepala desa dalam melaksanakan musdes.

“Dengan adanya keputusan kepala desa tetap melaksanakan pelantikan, warga tidak terima karena hasil musdes tidak digunakan”. Kata Puguh seorang pendemo yang lain.

Melihat situasi yang semakin panas, dengan pengawalan polisi akhirnya Kepala Desa Kandangan , Sukiran, menemui para pendemo untuk menangapi protes warga.

Dihadapan warga Sukiran menyampaikan jika  keputusan pelantikan perangkat desa merupakan rekomendasi dari Bupati Ngawi dan Camat Ngawi. Untuk itu bila warga merasa tidak puas  dipersilahkan menempuh jalur hukum.

“Bahwa pemerintahan desa telah melaksanakan musyawarah desa dan hasilnya  sudah disampaikan kepada Camat kemudian Bupati dan juga perwakilan tokoh masyarakat, bahkan kelembagaan juga kita undang, namun setelah satu bulan aspirasi dari masyarakat menindaklanjuti hasil musdes agar dapat dilakukan penyidikan terkait kecurangan ujian tidak kunjung datang,  maka pelantikan harus dilanjutkan”,terang Sukiran.

Ujian perangkat desa yang diikuti oleh 56 peserta bulan Desember 2018 waktu itu, merebutkan tiga lowongan perangkat desa  dengan hasil ,  Ali Al Imron sebagai Kaur Perencanaan, Dewi Irawati sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum serta Erly Dhuwi Wulandari sebagai Kasi Kesejahteraan.  Ahmad.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.