Mentan RI Datang Ke Magetan disuguhi Ratusan Pedet “Rental”

PEDET:Salah seorang peternak anak sapi sedang menujukan sapi yang dibeli

Suarakumandang.com. BERITA MAGETAN. 1.100 ekor sapi yang terdiri dari pedet (anak sapi),  27 ekor pasangan induk dan 9 ekor sapi exstrim dipamerkan dalam acara gebyar panen pedet. Acara ini merupakan keberhasilan dinas perternakan kabupaten Magetan setelah Kementerian Pertanian meluncurkan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB). Acara digelar dilapangan Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.Senin,(07/05/2018).

Kustini kepala dinas peternakan kabupaten Magetan mengatakan Siwab sendiri adalah  sapi atau kerbau indukan wajib bunting yang dihasilkan dari  2 cara perkawinan yaitu   melalui Inseminasi buatan dan melalui Inseminasi alam.”Dan Semua pedet yang dipamerkan dalam acara tersebut adalah pedet lokal dari Magetan hasil program Siwab, asli dari peternak pedet yang tergabung dalam kelompok ternak sapi,”ujar Kustini.

Masih kata Kustini pihaknya merasa senang setelah adanya program dari pusat yaitu Siwab yang bertujuan untuk mempercepat  peningkatan pedet di Magetan.’”Alhamdulilah setelah adanya program Siwab ada peningkatan yang segnifikan dibanding sebelumnya, dan mendapat fasilitas gratis dari pusat,”kata Kustini lagi.

Namun demikian pedet yang dipamerkan dalam acara gebyar panen pedet tidak sedikit  sebagian yang baru dibeli dari pasar hewan oleh peternak di Magetan, dan ada yang didatangkan dari luar kabupaten Magetan.

Ini dibuktikan sejumlah peternak yang hadir dalam acara gebyar panen pedet tidak kesemuanya pedet yang dibawa merupakan hasil program SIWAB.

Salah satunya Slamet dari kelompok murni Darman Wulan Kelurahan Baluk, kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan mengatakan pihaknya hadir didalam acara gebyar panen pedet ini membawa sebanyak 15 ekor pedet.

”Semua ini hasil dari peranakan sendiri, kecuali yang dua ekor itu mas, itu baru beli beberapa bulan lalu.,” terang Slamet sambil menujukan pedet yang baru dibeli.

Tak hanya itu saja, adalah Kuat warga desa Turi Panekan yang  mengetahui tidak sedikit dari para peserta yang mendatangkan sapi pedet dari luar kabupaten Magetan.

”Banyak mas, sapi pedet tadi ada yang didatangkan dari luar kabupaten Magetan seperti dari kabupaten Wonogiri, Ponorogo dan Kabupaten Ngawi,”kata Kuat sambil menunggu pedetnya di acara tersebut.

“Sebelumnya acara dimulai para peternak sapi pedet di Magetan meminta bantuan kepada peternak lain  untuk mengirimkan sapi pedet guna diikut sertakan dalam gebyar panen pedet.

Ini sepertinya untuk memenuhi jumlah total yang diharapkan oleh panitia penyelenggara” jelas Kuat.

Selain itu juga ada peserta yang membawa sapi pedet yang 4 bulan lalu baru dibeli dari dana ibah.”4 ekor sapi ini baru saya beli dari dana ibah yang saya dapat pada bulan januari 2018 lalu. Dana ibah tersebut berjumlah Rp 150 juta dari DPRD Kabupaten Magetan,”ungkap salah satu peternak asal Kelurahan Ringinagung Magetan yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu acara dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, Sumantri Bupati Magetan, Kustini Kepala Dinas Perternahkan dan perikanan, serta SKPD, Camat, kepala desa se-kabupaten Magetan dan ratusan peternak dari Magetan.Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.