Kronologi Tanah Longsor Di Banaran, Pulung, Ponorogo

Sumani Kepala badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ponorogo

Sumani Kepala badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ponorogo

Ponorogo.Suarakumandang.com-Tanah longsor yang terjadi di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur  terjadi pada hari sabtu (01/04/2017), pukul  07.45 WIB.

Sumani  Kepala badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ponorogo menceritakan. Sebelum kejadian bencana tanah longsor hari sabtu, (01/04/2017),  3 minggu yang  lalu, diketahui bahwa di lokasi  bagian atas sudah mengalami retakan yang kurang lebih selebar 30 cm.”Retakan tersebut berangsur angsur selama 1 minggu mengalami mengalami penurunan material  menjadi  9 meter, selanjutnya 3 minggu kemudian retakan menurun  hingga  15 meter, hingga tanggal 31 Maret 2017 penurunan material menjadi 20 meter,” jelasnya.

Lanjut Sumani, mengetahui  hal tersebut Pemerintah Kabupaten  Ponorogo bersama Pemerintah Desa melakukan antisipasi dengan memfasilitasi tempat pengungsian bagi masyarakat. “Diketahui keesok harinya  sabtu pagi, sebagian masyarakat kembali ke rumah masing-masing dan sebagain ada yang  bekerja diladang memanen jahe, dan sebagain lagi ada masyarakat tinggal di tempat pengungsian,”paparnya.

“Kami sudah berusaha menghimbau kepada masyarakat sebelumnya  setiap hujan untuk segera mencari tempat yang aman,”ucapnya.

Sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hari Jumat tanggal 31 Maret 2017 telah terjadi hujan cukup lebat dengan intensitas 200 mm-300 mm yang mengakibatkan keesok hari Sabtu,(01/04/2017) terjadi bencana longsor yang menakibatkan sejumlah rumah dan warga tertimbun longsor.”Longsor terjadi sekitar pukul 07.45 WIB,”pungkasnya.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.