Komunitas Wartawan di Magetan Sepakat Tolak Berita Hoak dan Provokasi

KOMUNITAS WARTAWAN: Komunitas Wartawan Magetan Sepakat Tolak Berita Hoak dan Provokasi

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Akhir-akhir ini marak bermunculan berita yang tidak jelas narasumbernya maupun isi pesan yang disampaikan. Komunitas wartawan di Magetan sepakat tolak berita hoax dan provokasi serta mendukung aparat yang menindak tegas ujaran dan kebencian.

Cahyo Nugroho pemilik media Suara kumandang di Magetan tugas utama jurnalis adalah menyampaikan sebuah pesan yang dikemas dalam bentuk berita yang sebenarnya.

“Kebenaran kami akhir-akhir ini dicemari oleh munculnya berita hoax, kami atas nama wartawan di Magetan sepakat tolak berita hoax dan provokasi,”ujar  Cahyo usai meliput pelantikan PPS dan PPK di pendopo surya graha Magetan,Kamis,(08/03/2018).

Berita hoax tidak hanya menyebarkan kebohongan, akan tetapi bisa juga menebar kebencian dan fitnah, berita hoax juga  berdampak  ketidakpercayaan publik kepada lembaga media.

“Berita hoax dikemas sedemikian rupa seperti berita pada media resmi, seolah-olah berita tersebut benar dan disebarluaskan keberbagai media sosial,”kata Cahyo.

Mengingat media sosial seperti Facebook, twitter, instagram dan lainya tidak lagi hanya untuk sebagai media penyampaian status, pertemanan atau silaturahim, akan tetapi berubah menjadi penyebarluasan berita-berita yang belum ada konfirmasi maupun verifikasi kebenarannya.

Selain itu, kecanggihan teknologi dimasa sekarang orang mampu mengedit sebuah foto yang pada awalnya foto tersebut tidak menjadi satu bisa dibuat menjadi bersatu.

“Bahkan hasil karya seni yang tinggi, orang yang berada didalam  foto diedit seperti nampak  orang tersebut dalam keadaan terluka dengan kondisi yang mengenaskan,”kata Cahyo mantan kontributor Metro Tv 2009 lalu.

Berharap masyarakat Magetan harus pandai-pandai membedakan mana berita hoax dan mana berita benar apa adanya.

Yang paling mendasar menandai berita hoax adalah melihat status media dengan cara mencari tahu struktur  redaksinya,  dan narasumber dari kedua pihak.”Itu tip mendasar untuk mengecek kebenaran berita yang ditayangkan,”kata Cahyo.

“Apabila keduanya tidak ada maka media tersebut bisa diragukan keberadaanya, sebab, sebuah media yang mempublikasikan berita harus dapat di pertanggungjawabkan  oleh perusahaan media maupun lembaga,”ucapnya.

Sementara itu, sejumlah wartawan di Magetan  bekerjsama dengan Polres Magetan sepakat akan memerangi dengan beredarnya berita hoax dan provokasi.Ridho.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.