komitmen Bupati Magetan Pada Seni Dan Budaya Jawa

Paling kiri Suprawoto Bupati Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Upaya pemerintah kabupaten Magetan, Jawa Timur melestarikan Seni dan Budaya Jawa menggelar acara Saresehan Budaya Dolan Maton “Ngiling Wedang Ing Cawan” Saka Driji Dadi Nyawiji. Acara digelar di pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan. Sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat,(08/12/2018).

Suprawoto Bupati Magetan mengatakan tujuan menggelar acara tersebut diharapkan para sastra jawa di Magetan dapat bangkit kembali. ”Karena anak-anak jaman sekarang ini seperti melupakan akarnya sastra Jawa,”ujar Suprawoto Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kekominfo) RI.

“Sedangkan guru-guru bahasa Jawa yang notabenya sarjana bahasa Jawa selama ini saya menilai “gregetnya kurang”, oleh sebab itu acara ini merupakan wahana untuk mengingatkan kembali, agar mereka bisa berkarya, tidak hanya mengajar setiap hari, tapi kemampuannya bisa diasah untuk menulis,”kata Suprawoto.

Menurutnya, orang boleh sehebat dan pinter setinggi langit kalau tidak menulis dia akan kehilangan dari sejarah.Lanjutnya, karena menulis itu pekerjaan yang abadi .

Suprawoto mencontohkan salah satunya seperti profesi wartawan. “Setiap diakhir tulisan atau dibawah tulisan itu kan ada namanya,  itu akan terekam sampai dunia ini kiamat,”ucap Suprawoto.

“Oleh sebab itu acara ini adalah sebuah wahana, ketika teman-teman dari  perkumpulan bahasa Jawa masih belum aktif kemudian diharapkan bisa aktif lagi,”harapanya.

Acara ini pihak pemerintah kabupaten Magetan sengaja mengundang sanggar Tri Wida dari Tulungagung karena dinilai sudah mempunyai pengalaman dan aktif dalam melestarikan  budaya bahasa Jawa.

Dalam acara ini Bupati Magetan Suprawoto mengharapkan kepada teman-teman sastra bahasa Jawa yang ada di Magetan mau kembali menulis dan melestarikan seni budaya Jawa.

Eko Budiono Kasubag kepala Sub Bagian Pemberitaan Humas dan protokol pemerintah kabupaten Magetan mengatakan acara ini merupakan salah satu upaya Bupati Magetan untuk menggali potensi budaya dan seni Jawa ke generasi muda.

Bupati Magetan kedepan diharapkan genreasi muda itu tahu dan mengerti ada seni budaya jawa yang tidak kalah menarik untuk dikenalkan, digeluti dan dinikmati.“Karena saat ini dengan kemajuan teknologi selama ini generasi muda perhatianya hanya di gandget itu,”jelasnya.

Suatu saat acara diberikutnya nanti bisa menampilkan permainan dijaman dahulu, sepeti ingklik, jamuran, glate’an dan masih banyak lainnya.Itu nanti akan diangkat pada acara berikutnya.

Sebagai bukti komitmen bupati Magetan terhadap  seni dan kebudayaan jawa terutama sastra Jawa ,rencana  acara ini akan dilakukan setiap  satu bulan sekali pada hari sabtu malam.“Kalau memungkinkan akan dilaksanakan satu bulan sekali, tapi kita lihat dulu perkembangannya dan kita akan evaluasi bersama.Dan acara ini merupakan langsung atensi dari bupati ,”papar Eko.

Dalam acara semua tamu  di lingkup pendopo diwajibkan berbahasa jawa.”semua  itu diharuskan berbahasa jawa entah mulai dari pertanyaan, moderator, semua harus berbahasa jawa tanpa terkecuali, jadi satu malam ini diwajibkan berbahasa jawa,”kata Eko.

Sementara acara Saresehan Budaya Dolan Maton “Ngiling Wedang Ing Cawan” Saka Driji Dadi Nyawiji selain dihadiri Sekda, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan dihadiri juga sedikitnya 190 siswa-siswi SMP dan SMA/SMK se-kabupaten Magetan.”Setiap sekolah diharuskan menghadirkan 4 siswa-siswinya didampingi satu guru,”pungkasnya. Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.