Kisah Puasa Pekerja DPU Magetan

SIRAM:Paling kanan, Subiran sedang menyoirami aspal yang mendidih dipermukaan jalan

SIRAM:Paling kanan, Subiran sedang menyirami aspal yang mendidih dipermukaan jalan.

Magetan.Suarakumandang.com- Pada bulan Ramadhan 1438 H sudah merupakan kewajiban seorang muslim untuk menjalankan ibadah puasa.Tidak terkecuali pekerja dinas pekerja umum (DPU) yang sedang memperbaiki jalan banyak mengeluarkan tenaga untuk bekerja

Ditengah teriknya matahari ditambah panasnya aspal yang baru mendidih  memaksa untuk memakai masker saat cairan aspal tersebut diambil dan disiramkan di permukaan pasir yang baru digilas dengan mesin gilas.

Subiran adalah salah satu pekerja DPU  yang menjalankan ibadah di bulan puasa.bekerja dibulan puasa bukan merupakan kendala baginya.”Agak sedikit lemah kalau bekerja di bukan puasa ini, tapi mau bagimana lagi, puasa adalah kewajiban bagi umat muslim dan saya orang Islam hukumnya wajib puasa di bulan ramadhan,”kata pria kelahiran Magetan.

Menurutnya, cairan aspal yang mendidih ini sangat panas, suhunya bisa mencapai 1000 derajat Celsius.”Kami harus hati-hati saat akan mengambil lalu menyiramkan ke permukaan jalan, kalau kena tubuh bisa terbakar,”ucapnya.

Cukup sarung tangan dan masker yang digunakan Subiran untuk melindungi panasnya aspal mendidik dan teriak matahari. ”Pakai masker biar asap aspal tidak masuk paru-paru mas, soalnya bahaya, apalagi asap aspal warnanya hitam kelap,”katanya.

Subiran bersama 15 rekannya bekerja memperbaiki jalan kabupaten antar Lembeyan-Parang. Pria kelahiran 52 tahun lalu ini tetap merasa kuat walaupun bekerja di tengah teriknya matahari.

Meski pekerjaannya tergolong berat, Subiran mengaku tidak ingin meninggalkan puasanya. Menurutnya, ia tetap merasa kuat walaupun bekerja di tengah teriknya matahari.

Soal istirahat, bapak satu anak ini mengaku tidak ada bedanya dengan bulan biasa.Menurutnya, istirahat yang dilakukan tetap seperti bulan biasanya.”Kalau istirahat ya seperti biasa, kalau memang waktunya istirahat ya istirahat,”kata Subiran yang tinggal di desa Mojopurno RT 4, RW 3, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

“Disini ada 15 rekan saya yang bekerja, tidak semuanya mereka puasa, tapi banyak yang puasa mas. Meski puasa mereka tetap bekerja dengan senang hati,”paparnya.

Subiran bekerja di Dinas Pekerja Umum Kabupaten Magetan diangkat menjadi pengawai Sipil (PNS) sejak tahun 2009 lalu. Saat ini dia bekerja di bagian perawatan jalan di Unit Pelaksana Teknis Dinas(UPTD)  6 Dinas Pekerja Umum   yang meliputi wilayah Lembeyan, Parang, Ngariboyo.

Subiran dikarunia satu anak hasil pernikahannya dengan Ngatemi.”Anak saya sekarang sudah kuliah semester empat. Sementara istri saya sebagai ibu rumah tangga,”pungkasnya.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.