Kehadiran SBY Untuk Dukung Prona di Magetan disambut Spanduk Liar

SPANDUK MELINTANG JALAN:Lokasi spanduk melintang yang bergambar SBY serta tulisan selamat datang dan pasangan Prona di jalan Barat-Karang rejo

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.Spanduk bergambar partai demokrat di Magetan kembali melintang dijalan propinsi dan kabupaten di Magetan. Kal ini spanduk bergambar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Magetan yaitu Suprawoto-Nanik (Prona) terpasang melintang dijalan propinsi dan kabupaten.

Seperti pantuan wartawan suara kumandang ditemukan ada 3 titik spanduk liar yang melintang dijalan yakni jalan Barat-Karangrejo, Maospati Sukomoro dan Magetan-Sarangan.

Khamim Basori Kasi Operasional dan pengendalian Satpol PP dan Damkar kabupaten Magetan mengatakan terkait spanduk yang di pasang oleh partai Demokrat kami himbau harus segera di lepas,”Pemasangan spanduk melintang telah melanggar perda nomor 3 tahun 2014 tentang ketertiban umum.

“Kami dari pihak sat pol pp memberikan waktu satu minggu untuk melepas sepanduk maupun Banner, yang terpasang, apa bila tidak dilepas juga dari pihak Satpol pp yang akan melepaskanya. Itu kemungkinan  memasanganya malam hari,”kesal Khamim.

Selain tidak menghiraukan peraturan daerah, ini terbukti tim Prona tidak pernah menghiraukan pesan bupati Magetan Sumantri.

Seperti dikutip dari suarakumandang.com  september 30, 2017. Melihat kondisi seperti itu Bupati Magetan Sumantri berpesan penting kepada semua bakal calon bupati Magetan bermainlah dengan sportif dan satria.”Saya berpesan kepada semua bakal calon bupati Magetan, jika ingin mengenalkan dirinya kepada masyarakat pakailah cara yang sudah ada peraturan jangan dengan cara merusak lingkungan seperti memaku di pohon,”ujar Sumantri usai melantik 3 pejabat pemerintahan di pendopo surya Graha.Jumat,(29/09/2017) lalu.

“Carilah tempat yang baik, dan pasanglah yang rapi sehingga Magetan tidak nampak kumuh dan jorok, jangan salahkan staf kami yaitu Sat Pol PP bila pemasangan dinilai tidak pada tempatnya,”kata Sumantri kepada wartawan.

Dijelaskan pula, semua sudah diatur di dalam peraturan daerah dan pusat, seperti banner dipaku di pohon sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) kabupaten Magetan nomor 16 tahun 2005 tentang penertiban pemasangan reklame.

Sementara bando dan baliho yang melintang jalan sudah diatur sesuai peraturan menteri pekerjaan umum (PU) nomor 20 tahun 2010 tentang pemanfaatan bagian-bagian jalan, pada kontruksi bangunan diatas jalan.

Kasus pemasangan spanduk melintang dijalan sepertinya tidak terjadi kali pertamanya, sudah dua kali, akan tetapi yang pertama pemasangan spanduk melintang hanya dilakukan oleh pihak  Griya Aspirasi Edhi Baskoro Yudhoyono saat penyambutan Edhi Baskoro Yudhoyono memperingati HUT ke-72 RI di Goranggareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur,Jumat,(18/08/2017) lalu.

Sepertinya pemberitaan bersifat mendidik menuju perbaikan tidak dihiraukan oleh pihak pemasang. Hal ini terbukti Selasa, (27/02/2018) Tim Prona yang tergabung dari tiga partai yaitu partai demokrat, Hanura, PPP dan masyarakat Magetan yang menjadi relawan tim Prona telah melakukan pelanggaran dengan memasang spanduk melintang dijalan.

Diketahui pemasangan spanduk melintang untuk menyambut kedatangan SBY ke Magetan dalam rangka pemantapan pemenangan tim Prona yang digelar dilapangan Purwodadi, kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur Selasa, (27/02/2018) kemarin.

Sumantoro ketua panitia acara pemantapan pemenangan tim Prona melalui  Marfuad koodinator kabupaten Griya Aspirasi Edhi Baskoro Yudhoyono mengatakan pihaknya tidak mengetahui jika ada pemasangan spanduk bergambar SBY dan prona yang melintang dijalan.”Pihak kami akan mencari tahu siapa yang memasang spanduk melintang tersebut, nanti kami akan konfirmasikan dengan pihak yang memasang,”ujar Marfuad di Griya Aspirasi EBY, Rabu,(28/02/2018).Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.