Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin Ajak Masyarakat Madiun Peka Lingkungan

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin usai mengunjungi Polres Madiun, tengah menerima penjelasan seputar Madiun Command Center di Polres Madiun

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin usai mengunjungi Polres Madiun, tengah menerima penjelasan seputar Madiun Command Center di Polres Madiun

Madiun.Suarakumandang.com-Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk perangkat kelurahan atau desa serta aparat lain atas lingkungannya. Kejadian di Surabaya penangkapan puluhan orang asing, hendaknya dijadikan pelajaran berarti, supaya kejadian serupa tidak terulang.

Demikian disampaikannya usai Peresmian Madiun Command Center Polres Madiun, Rabu (2/08/2017). “Kepekaan atas lingkungan sekitar perlu ditumbuhkan, begitu juga kepedulian. Seharusnya, begitu melihat adanya lalu lalang orang asing perlu dicurigai, laporkan ke RT, RW, kelurahan atau aparat keamanan,” ujarnya penuh harap.

Menurutnya jumlah aparat seperti Babinkantibmas dan Babinsa di kelurahan minim, tidak mampu mengcover seluruh wilayah. Maka itu, diperlukan kepekaan dan kepedulian lingkungan sekitar, ternyata orang asing itu melakukan tindak pidana. “”Sepertinya keberadaan orang asing itu tidak terpantau, begitu mereka digerebek, baru semua pihak kaget,” tandasnya.

Sebelumnya, dari 3 lokasi di perumahan Bukit Darmo Golf, Surabaya, petugas menangkap 93 orang di ketiga lokasi tersebut terdiri dari 81 WN China dan 12 WN Taiwan. Dari hasil interograsi sementara, pelaku melakukan aktivitas kejahatan siber internasional sejak Februari 2017 lalu.

Menanggapi keberadaan  Madiun Command Center di Polres Madiun, jenderal bintang 2 ini memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Madiun. Melalui pusat komando itu bisa diketahui keberadaan petugas lagi patroli, jika ada kejadian tinggal mengarahkan ke lokasi. Disini juga ada patroli memantau kegiatan siber, lalu lintas hingga seluruh fungsi di polres.

“Polisi harus mampu mengikuti perkembangan tehnologi informasi (TI), jika tidak ingin ketinggalan jaman. Bayangkan saja, ojek hingga pesan makanan sekarang berbasis TI, masak Polisi tidak bisa,” ujarnya. Basuki.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.