Kang Woto Sambang Dulur di Pasar Sayur Magetan dan Bicara Soal Pasar Daerah

ketemu teman semasa SMA di pasar sayur Magetan

ketemu teman semasa SMA di pasar sayur Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Suprawoto bakal calon bupati Magetan periode 2018-2023 sambang dulur di pasar sayur Magetan. Berjalan dengan santai sambil melihat keadaan pasar sayur tiba-tiba salah satu pedagang beras dan sembakau memanggil nama yang begitu akrab “we mas Woto piye kabare, sampean jek pancet ganteng ae,” jawab Kang Woto Alhamdulilah sambil tersenyum.

Sepontan Suharni adalah sahabat Kang Woto sejak masih duduk dibangku SMA bertanya, “Dengar-dengar sampean arep menyalonkan bupati Magetan mas, jawab kang Woto, Insya Alloh mohon doa restunya bu Hari begitu Kang Woto memanggil teman SMA-nya.

“Saya dan keluarga akan mendukung bahkan memilih, karena saya tahu persis siapa sampean itu,” kata Suharni pedagang beras sambil tertawa senang.Jumat,(18/08/2017).

Suharni senang bisa bertemu kembali dengan kang Woto yang merupakan teman semasa SMA

Suharni senang bisa bertemu kembali dengan kang Woto yang merupakan teman semasa SMA

Suharni (59) menjelaskan, mas Woto itu teman SMA Negeri  1 Magetan, dia orangnya sabar, pinter, sesama teman perhatian sekali, semoga dia menjadi bupati Magetan”cetusnya sambil tersenyum gembira.

Ternyata tak hanya Suharni ,ditengah-tengah ramainya pasar sayur Magetan tiba-tiba teriakan memanggil nama Kang Woto. Dia adalah Sudarminto teman Kang Woto sejak dibangku  SMA Negeri 1 Magetan.

Nampak senang wajah Sudarminto saat bertemu dengan Kang Woto. Senada yang dikatakan Suharni, pria tengah baya ini juga mengaku akan mendukung kang Woto dalam pemilihan bupati nanti.”Saya tahu persis mas, siapa kang Woto, dia teman semasa sekolah di SMA, dia orangnya pinter, rajin, sabar dan tenang, Insya Alloh saya akan memlih dia untuk menjadi bupati Magetan nanti,”jujur Sudarminto.

Bicara Soal Pasar Di Dearah

Sementara itu, Kang Woto menjelaskan tentang pasar di suatau daerah, “Kalau ingin mengetahui kehidupan ekonomi di suatu daerah pergi saja ke pasar, karena pasar bisa menunjukan kualitas kehidupan ekonomi masyarakatnya,”kata Kang Woto.

“Kemudian pasar itu ramai ada istilah pasar ilang kumandange, itu tanda-tanda ekonomi daerah tersebut gak bagus, karena kalau pasar sudah tidak kedengaran suaranya geremengnya pasar,  berarti pasar itu sepi, oleh sebab itu kalau pasar itu hidup berarti ekonomi di daerah itu akan bagus,”terang Kang Woto.

Masih kata Kata Kang Woto, orang Jawa dulu “pasar ilang kumandange” itu menunjukan kalau ingin tahu suatu daerah maju atau tidak lihat saja pasarnya, kalau suatu daerah itu maju atau tidak lihat aja toko emasnya, kalau daerah itu maju atau tidak lihat aja bank swastanya berani masuk tidak, kalau bank swasta sudah berani masuk di suatu daerah berarti ekonominya kurang maju.

Sementara kalau bank pemerintah itu kan kewajiban melayani masyarakat. Oleh sebab itu, kalau ingin menghidupkan suatu ekonomi di daerah ya kembangkan pasar.

Pasar itu kalau dikelola dengan kebutuhan masyarakat yang semakin menuntut. Kalau dulu mengapa orang pergi ke Mall katanya karena bersih, enak, oleh sebab itu sekarang kedepannya pasar itu harus dikelola dengan baik, kebersihannya, lingkungannya, kemudian orang datang kesini tidak hanya orang Magetan saja, kalau dikelola dengan bersih turis saja mau datang kesini, jadi orang yang pergi ke Sarangan bisa mampir neng pasar karena bersih dan nyaman, apalagi pasar sayur Magetan sudah terkenal dengan pasar  sayur yang lengkap.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.