Jumiran: Adanya Limbah Kulit di Magetan Itu Sudah Bertahun-Tahun

LIMBAH:Jumiran menujukan lokasi sungai yang sering tercemar limbah kulit.

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Bicara soal limbah kulit di Magetan bukan suatu rahasia umum lagi. Lima tahun bukan waktu yang singkat, ratusan warga Magetan setiap hari disuguhi bau yang tak sedap. Bau itu berasal dari limbah home industry pengolahan kulit yang ada di area pemukiman warga.

Jumiran kepala desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menuturkan limbah yang mencemari sungai sudah lama terjadi.”Kami dan   warga sudah berupaya melapor ke pihak pemerintah kabupaten Magetan, tapi hingga sampai saat ini belum ada jawaban,”ujar Jumiran.Jumat,(09/02/2018).

“Ini terjadi lebih dari lima tahun mas, dan dampaknya sangat fatal bagi warga sekitar, terutama bau tak sedap, dan yang paling utama adalah para petani,”kata Jumiran kepada wartawan.

Dijelaskan pula, lokasi home industry pengolahan kulit berada di desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo.”Dampak pencemaran air limbah selain merusak tanaman petani, dampaknya juga terjadi pada hewan ternak yang sakit karena meminum maupun mandi di sungai tersebut,”terangnya.

Tak hanya itu saja, matinya ribuan ekositem alam berupa ikan maupun hewan air yang sering dilihat sejak adanya limbah kulit.

Sementara itu, dari peristiwa pencemaran alam yang sudah terjadi bertahun-tahun pihak pemerintah kabupaten Magetan terkesan tutup mata, hal ini terbukti hingga sampai saat ini belum ada penanganan secara serius.”Kami minta pihak pemerintah kabupaten Magetan untuk segera mencari solusi terkait pencemaran lingkungan yang sangat membahayakan warga sekitar,”pungkasnya. Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.