Jenazah Praka Suyanto Korban Heli Di Kalimatan Utara Dimakamkan di Magetan

Jenasah Praka Suyanto salah satu korban tewas dalam musibah jatuhnya pesawat helikopter 412 milik TNI AD di Kalimatan Utara utara

Jenasah Praka Suyanto salah satu korban tewas dalam musibah jatuhnya pesawat helikopter 412 milik TNI AD di Kalimatan Utara utara

Magetan.Suarakumandang.com– Jenasah Praka Suyanto salah satu korban tewas dalam musibah jatuhnya pesawat helikopter 412 milik TNI AD di Kalimatan Utara utara, selasa siang dimakamkan di Magetan, Jawa Timur. Kedatangan jenazah  disambut isak tangis histeris oleh keluarga.Sementara ayah korban jatuh pingsan saat putranya akan dimasukan ke liang kubur.Selasa,(29/11/2016).

Tepat pukul 10.00 WIB Jenazah salah satu awak Helly Bell 412 yang diterbangkan dari Tarakan, Kalimantan Utara, dengan pesawat TNI AU C295 skuadron udara II Lanud Halim, tiba di rumah duka di Desa Sobontoro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur

Kedatangan jenazah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sukiran dan Sunarsih tersebut langsung disambut hujan tangis seluruh keluarga dan kerabatnya termasuk istri almarhum tak lain adalah Lina Fitriani.

Dan Lanud Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah Kolonel Horison Sitorus mengatakan, pihaknya hingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan yang menimpa pesawat Heli Bell 412 milik TNI AD.”Sementara kondisi pesawat yang ditumpangi oleh lima awak tersebut masih layak terbang dan masih dalam kondisi baru buatan tahun 2013 yang didatangkan dari Amerika Serikat,”tegas Horison.

Praka Suyanto merupakan salah satu dari 4 korban yang tewas dalam musibah jatuhnya pesawat heli bell 412 milik TNI AD dikawasan hutan kabupaten Malinau, Kalimatan Utara.

Almarhum tewas meninggalkan seorang istri bernama Lina Fitriani dan satu putra bernama Fabian Ahzan Mahardika yang masih berumur 3 tahun.

Praka Suyanto tewas dalam tugas mengirim logistik pasukan di daerah perbatasan Indonesia-Malasiya. Pesawat melakukan kontak terakhir pada 24 November lalu sekitar pukul 11.29 WIB di ketinggian 2.500 Feet diatas pegunungan Desa Long sulit, Malinau Kalimatan utara. Rto.

DOA: Setelah tabur bunga, sejumlah  keluarga korban melakukan berdoa

DOA: Setelah tabur bunga, sejumlah keluarga korban melakukan berdoa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.