Ini Yang dilakukan Sirmadji Anggota DPR-RI PDIP Saat di Ponorogo

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai anggota DPR-RI yaitu melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Konsolidasi. Anggota DPR-RI Dapil VII Jawa Timur Drs. Sirmadji, Tj. M.Pd. dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melakukan RDP dengan masyarakat di Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Jum’at (09/02/2018)

 

Kegiatan ini sekaligus Konsolidasi dengan pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuanagan  Kecamatan Ngrayun. Acara ini juga dihadiri Ketua DPC PDI Perjuagan Kabupaten Ponorogo Agus Widodo, secretariat DPC PDI Perjuangan dan tokoh masyarakat dari lima Desa yakni Mrayan, Baosan Lor, Baosan Kidul, Gedangan dan Binade.

 

RDP dilakukan dihadapan para tokoh masyarakat dan tokoh agama membahas berbagai fenomena bangsa, daerah dan pemerintah Desa. Masih adanya ketimpangan cara distribusi keuangan dari Pusat ke Daerah. Dimana anggaran Pusat ke Daerah jumlahnya sangat besar masuk ke wilayah Kota, dibanding ke Daerah Pinggiran (Daerah lemah).

 

Dalam sambutan pembukaanya  Sirmadji  mengatakan,  bahwa RDP ini merupakan bagian dari tugas selaku wakil rakyat di senayan, hadir dalam menyerap aspirasi masyarakat. RDP tersebut merupakan bagian dari memberi pengetahuan tentang kerja DPR dalam hal ini DPR-RI.

 

“Saya sebagai wakil dipusat sedang berjuang memperbaiki pola distribusi dana Pusat ke Daerah. Supaya tidak berpihak ke pusat-pusat kota, tetapi akan kita perjuangkan ke Kabupaten Daerah terutama daerah pinggiran, seperti di Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek,” ujar Sirmadji, Jum’at (09/02/2018).

 

Tahun lalu kata Sirmadji masih masuk cadangan, tahun ini 2018 sudah masuk proleknas.

“Jadi tahun ini kita akan focus membahas hal itu, doakan semoga bisa gol. Karena itu nanti, kalau sukses distribusi anggaran akan lebih besar masuk ke daerah yang lemah, dan jangkauan medannya masih sulit. Kalau sekarang, distribusi masih besar terkirim di kota kota besar. seperti di Jatim di Surabaya,” terangnya.

 

Sementara dalam sesi tanya jawab Suparno (45 tahun) tokoh masyarakat Desa Mrayan menanyakan, terkait program pembangunan di pemerintah Desa. “Kalau dulu ada namanya pembangunan lewat aspirasi, namun saat ini dari Desa sudah ada lewat RAPBDes tahun yang akan datang. Sehingga apa yang diusulkan lewat jalur aspirasi terbentur dengan RAPBDes,” ujarnya.

 

Pihaknya meminta, mumpung saat ini bersama Anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan, kita berharap dari Fraksi Partai PDIP masih tetap dan terus memberikan bantuan lewat jalur aspirasi, bagaimana pun caranya.

 

“Ini kita sampaikan karena di Kecamatan Ngrayun ini ada 11 Desa semua wilayahnya pegunungan. Pembangunan dan bantuan insfrastuktur khususnya jalan sangat diperlukan, demi kelancaran dan kemajuan Kecamatan Ngrayun, bisa dilihat saat ini 40% jalan poros Kabupaten rusak parah,” pungkasnya.Adv.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.