Ini Alasan Kades Tamanarum Magetan Senang Dengan “Satu Jumantika Satu Rumah”

KAMPANYE JUMANTIKA:(Depan) kades Taman Arum bersama perangkat desa kampanye “satu jumantika satu rumah “

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Untuk menyadarkan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup diakui oleh kepala desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur tidak semudah membalikan telapak tangan.

Adalah Karni dia kepala desa Tanamarum awal bulan April lalu 2018 dirinya merasa senang setelah pihak dinas kesehatan kabupaten Magetan melakukan penyuluhan maupun sosialisasi program Jumantika  kepada warga desanya, terkait penyakit yang hingga kini masih masuk katagori membahayakan.

Penyakit demam Berdarah degung (DBD) semua orang pasti mengenalnya penyakit DBD. Dan masyarakat awampun sudah tahu persis jika penyakit DBD dapat menimbulkan kematian.

“Sebenarnya masyarakat sudah tahu persis jika penyakit demam berdarah sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kematian. Namun entah kenapa masyarakat hingga kini masih belum sadar juga, itu yang menjadi pertanyaan saya ketika ada kabar kematian gara-gara demam berdarah,”terang Karni.

Kata Karni, sebenarnya upaya pemerintah kabupaten Magetan melalui dinas kesehatan untuk membrantas nyamuk sudah dilakukan. Meski demikian masih tetap saja masyarakat tidak perduli cara untuk menanggulangi adanya penyakit tersebut.

“Berharap dengan program jumantika satu rumah satu jumantika warga saya cepat sadar akan kebersihan lingkungan,”kata Karni lagi

Dengan program jumantika dari pemrintah kabupaten Magetan Karni sangat mendukung, bahkan Karni menilai program itu dapat merubah pola pikir masyarakat yang males menjadi masyarakat sadar kebersihan lingkungan.

“Setelah saya mengetahui cara kerja jumatika saya merasa senang dan puas, sebab dengan cara demikian mereka tidak akan bisa berbohong untuk mengatakan kondisi keberadaan rumahnya,”paparnya.

Diketahui cara kerja jumantika yakni “satu rumah satu jumantika”. Artinya dalam satu rumah warga ada orang yang menjadi juru  jumantika yang mempunyai tugas selalu mengecek keberadaan jentik nyamuk terutama di bak kamar mandi, toilet, tempat minum burung maupun ayam, air tandon dibelakang kulkas, pot bunga, dan kaleng bekas yang mudah terkena air hujan.”Jika dalam pengecekan dirumahnya tugas jumantika wajib mengisi kartu pemantauan jentik,”ucapnya.

“Setelah satu bulan kemudian petugas jumantika datang kerumah serta melihat kartu pemantauan jentik. Jika dalam pengecekan kartu tersebut positif maka petugas akan selalu memperingatkan,”terang Karni lagi.

Sementara itu Karni bersama perangkat desa Taman Arum dan petugas Jumantika tahun depan tidak ada lagi masyarakat yang terkena penyakit demam berdarah.Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.