Hari Jadi Magetan Ke-344, Suprawoto : Media Massa Beda dengan Media Sosial

Suprawoto Bupati Magetan saat berkunjung di stand PWI

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN, Pers atau Media Massa merupakan pilar keempat sebagai  lembaga kontrol sosial,  demikian dikatakan Bupati Magetan Suprawoto, saat kunjungi stand Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka Pasar Rakyat dan Gebyar Produk IKM dan UMKM, Hari Jadi Kabupaten Magetan Ke-344, Selasa,(08/10/2019).

“Kalau kita pahami media itu adalah pilar keempat. Eksekutif, yudikatif, legislatif dan media sebagai lembaga kontrol,” ujar Suprawoto Bupati Magetan kepada jurnalis Suara Kumandang.

Dia juga mengatakan, bahwa produk media atau pers itu adalah produk profesional,  tentunya punya kode etik. ”Oleh sebab itulah pekerjaan jurnalis adalah pekerjaan yang sangat luar biasa,” kata Suprawoto mantan Sekjen Kominfo Republik Indonesia.

“Karena apa, karena media pilar keempat. Oleh sebab itulah kenapa wartawan atau jurnalis pekerjaan yang sangat terhormat dan kemudian harus dilindungi Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, karena dia (media) sebagai lembaga kontrol dan satu lagi yakni lembaga ekonomi, oleh sebab itu betul-betul dilindungi Undang-undang,” papar Suprawoto.

Lanjut Suprawoto, kemudian berbeda dengan media-media yang saat ini berkembang seperti media sosial. ”Media sosial itu tanggungjawabnya pribadi, kalau ada dispute atau sengketa pertanggungjawabannya pribadi,” kata Suprawoto.

“Kalau penjenengan (wartawan, red) kalau di media ini, itukan produk jurnalistik, ketika media jenengan mentayangkan sebuah produk namanya informasi yang dikemas menjadi berita melalui tahap-tahap proses pengumpulan data dari jurnalis atau wartawan, kemudian ditulis, diedit oleh redaktur baru kemudian ditayangkan atau disajikan dalam bentuk berita, itulah produk jurnalistik. Oleh sebab itu pertanggungjawabannya  berbeda dengan media sosial,” papar Suprawoto lagi.

Sementara itu, Suprawoto mengaku dengan adanya organisasi ini (PWI, red) di Magetan sangat menghargai betul. ”Sehingga apa, organisasi semacam ini bisa melindungi profesi-profesi yang bernaung di bawahnya,” terang Suprawoto.

Diinformasikan bahwa  produk jurnalis atau wartawan yang dilindungi Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai berikut media cetak diantaranya surat kabar harian, majalah, tabloid, belutin, dan buku, media eletronik diantaranya televisi, radio, sedangkan media cyber/online diantaranya website.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.