Dua Ibu Ini Kembalikan Senyum Anak-Anak Korban Longsor Di Pulung Ponorogo

BERNYANYI BERSAMA:Dua orang ibu ini sedang mengajak anak-anak korban longsor untuk bernyanyi bersama

BERNYANYI BERSAMA:Dua orang ibu ini sedang mengajak anak-anak korban longsor untuk bernyanyi bersama

Ponorogo.Suarakumandang.com-Salah satu relawan dari PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo dan seorang ibu warga setempat  melakukan trauma healing guna memulihkan psikologis para pengungsi dari trauma pasca bencana tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Jawa Timur.

Tempat yang sangat sederhana di pos 4 bencana alam, tanpa jadwal yang harus ditentukan sore hari usai adzan Ashar sejumlah anak-anak duduk diatas papan kayu bersama seorang wanita yang merupakan salah satu relawan dari PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo yang didampingi oleh Sunarni (47) yang merupakan ibu rumah tangga di desa Banaran mengajak bernyanyi dan bermain tebak-tebakan.

Wajah ceria dan tawa bebas menghiasi suasana sore itu,  ketika dua wanita tersebut menyanyikan lagu Balonku ada lima dengan versi bahasa jawa,.”Ini cara yang sangat apik dan ampuh tentunya, sebab, dengan cara ini mereka bisa lupa dengan apa yang baru dialami,” ujar Sunarni.

“Ini tidak setiap hari, akan tetapi dalam waktu tertentu kami akan kumpulkan kembali untuk diajak bermain bersama,”katanya.Kamis, (06/04/2017)

Sunarni mengaku, peristiwa yang telah melanda desanya sangat terpukul bagi warga setempat, khususnya anak-anak, apalagi seperti ponakannya bernama Jihan Firnanda, pada hari pertama sampai ke tiga setiap melihat rumahnya dia pasti jatuh pingsan.” Jujur saya kasihan sekali, anak sekecil Jihan melihat secara lansung hilangnya rumah milik orang tuanya,”paparnya.

Tambahnya, apalagi kedua orang tua Jihan saat kejadian berada di Kalimatan bekerja sebagai tukang kebun.“Alhamdulilah, sudah satu pekan ini ponakan saya dan teman lainnya sudah berangsur dapat melupakan peristiwa yang mengerikan itu dan kini mereka kembali tersenyum,”ucapnya.

Sementara itu, untuk memulihkan anak –anak korban bencana alam memerlukan kesabaran.”Tujuan ini tak lain untuk memberi semangat hidup dan bisa kembali bangkit untuk menjalani aktivitas sehari-hari maupun menatap masa depan nanti,”pungkasnya.Cahyo.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.