Dinas Pertanian Gunakan Dana Cukai untuk Geber Sosialisasi GAP Tembakau

Berhasil tingkatkan kualitas tembakau ngawi, Distan Ngawi sosialisasikan GAP tembakau di 6 kecamatan penghasil tembakau.

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT ) dari Kementerian Keuangan yang diterima oleh Kabupaten Ngawi awal tahu ini salah satunya diserap oleh Dinas Pertanian dan Peternakan. Dana 40% dari 2% DBHCHT nasional ini diperuntukan kepada daerah penghasil tembakau termasuk Kabupaten Ngawi.

Meskipun tidak ada konfirmasi tentang besaran anggaran yang diserap namun sepanjang bulan April ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Ngawi telah melaksanakan  kegiatan sosialisasi penerapan pembudidayaan tembakau sesuai  Good Agriculture Practices (GAP ) kepada puluhan kelompok tani tembakau yang tersebar di 6 kecamatan dengan menggunakan dana tersebut.

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pembinaan kepada petani tembakau untuk bisa lebih meningkatkan produktivitas tanaman tembakaunya tahun ini. Selain itu juga sebagai motivator bagi para petani tembakau lebih meningkatkan areal tanamnya tahun ini. Seperti misalnya brand tembakau Karangjati akan bangkit lagi dan bisa menjadi ikon tersendiri buat komoditi perkebunan di Kabupaten Ngawi.

“Kenaikan produksi tembakau tahun 2018 tersebut tidak lepas dari peranan penerapan GAP (good agricultural practices) yang sudah disosialisasikan pemerintah, serta tindak lanjut GAP yang membantu petani dari sarana dan prasarana, sampai dengan produksi dan pemasarannya, sehingga tembakau dengan progres yang positif tersebut harus diulang suksesnya untuk tahun 2019 ini”. Kata Marsudi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ngawi, ( 10/04/2019).

Alasan lain perlunya sosialisasi GAP untuk meningkatkan kualitas tembakau Ngawi adalah  karena pasar tembakau terbuka luas, dan secara analisa usaha tani ketika dikelola dengan baik, hasil dari menanam tembakau lebih besar jika dibandingkan dengan menanam padi.

Sojo, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI)  Ngawi mengatakan bahwa potensi tembakau Ngawi bisa diperhitungkan secara nasional mengingat luasan lahan pertanian tembakau  di Ngawi yang mencapai 2025 hektar, dengan luasan daerah pengembangan terbanyak di kecamatan Karangjati. Sedangkan varietas terbanyak tembakau yang ditanam adalah varietas madura, purwosoto dan srumpung.

“Dari luasan lahan satu hektar dihasilkan 1 ton tembakau siap dipasarkan, dengan harga 38 ribu perkilogramnya, sehingga rata-rata penghasilan petani mencapai 38 juta lebih persatu kali musim tanam atau setara dengan 2 kali hasil panen tanaman padi”. Ulas Sojo.

Jurnalis:  Ahmad  Hakimi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.