Connect with us

SKI Kesehatan

Demi Generasi, Ngawi Tekan Stunting Dengan PMK

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Dalam rangka menciptakan generasi emas pada tahun 2040 pemerintah kabupaten Ngawi, Jawa Timur melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMK) kepada balita yang bertujuan untuk mengambat kasus gizi atau stunting yang mengakibatkan pertumbuhan anak tidak optimal, baik secara fisik maupun kecerdasan emosional dan sosial.

“Permasalahan stunting saat ini menjadi program utama pemerintah pusat. Dan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk mensukseskan program tersebut,”ujar Susilowati S. Gz ahli tim gizi puskesmas Ngawi Purba.

Dijelaskan bahwa Desa Kandangan kecamatan Ngawi, termasuk desa yang berupaya mencegah adanya permasalahan stunting.

“Banyak factor terjadinya stunting diantaranya karena faktor ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan dan degradasi lingkungan,”jelas Susilowati.
Dia juga mengatakan, bahwa tiga upaya penting untuk menyelesaikan masalah stunting, yaitu perbaikan pola makan, pola asuh serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Dalam hal ini upaya yang dilakukan oleh pihak terkait adalah kegiatan rutin pembagian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) setiap bulan yang melibatkan tim ahli gizi dari puskesmas ngawi purba, bidan desa Ibu Jumiati, dan kader posyandu dengan diantar ke rumah masing-masing balita stunting oleh kader posyandu.

“Jumlah balita yang mendapatkan PMT untuk desa Kandangan adalah sejumlah 20 balita, dengan anggaran per balita adalah 22.500 sehingga perbulan dibutuhkan anggaran 450 ribu rupiah,”paparnya.

Sementara itu, pemberian PMT tidak berarti mengganti makanan asupan utama, namun menambah makanan dengan kandungan gizi yang lebih baik lagi dan supaya lebih efektif.

“Maka dari itu pemberian PMT tidak hanya untuk balita saja, namun juga untuk ibu hamil dan anak sekolah,”pungkasnya.

Jurnalis: Ahmad Hakimi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *