Connect with us

SKI News

CEO Kerupuk Upil dari Magetan Raup Omzet Rp 60 Juta per Bulan

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. DI tengah gempuran camilan modern, siapa sangka kerupuk jadul justru masih jadi primadona.

Salah satunya kerupuk upil atau kerupuk pasir, kuliner lawas kini kian langka namun tetap eksis diproduksi di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Produksi kerupuk unik ini dapat ditemui di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Meski tergolong makanan tempo dulu, peminatnya justru datang dari berbagai daerah.

Tak main-main, omzet penjualan kerupuk upil ini mampu menembus Rp 60 juta per bulan, sekaligus menghidupi 13 orang karyawan lokal.

Berbeda dengan kerupuk pada umumnya, kerupuk upil digoreng tanpa minyak goreng.

Proses penggorengan menggunakan pasir khusus di dalam mesin, sehingga kerupuk ini dikenal lebih ringan dan kerap disebut non kolesterol.

Proses pembuatannya terbilang sederhana. Adonan dicetak menggunakan alat manual, kemudian dijemur hingga kering.

Setelah itu, kerupuk digoreng menggunakan pasir panas hingga mengembang sempurna, lalu dikemas dan siap dipasarkan.

Chief Executive Officer (CEO)
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Siska, mengaku mulai menekuni usaha kerupuk upil sejak tahun 2021.

Selain prosesnya relatif mudah, ia menilai kerupuk upil justru memiliki nilai lebih karena semakin jarang ditemui di pasaran.

“Saya pilih kerupuk upil karena sekarang sudah jarang yang bikin. Ternyata malah banyak yang kangen sama rasanya,” ujar Siska.

Satu bungkus kerupuk upil dijual dengan harga Rp 5.000. Pemasarannya tak hanya di Magetan, tetapi juga merambah ke Madiun, Ponorogo, hingga Ngawi.

Keberhasilan UMKM ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional belum tentu kalah saing dengan produk kekinian.

Dengan konsistensi dan kesabaran, usaha kecil berbasis kearifan lokal justru mampu bertahan dan menghasilkan cuan yang menjanjikan.

Jurnalis: Tim Redaksi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *