Bupati Gagal Targetkan Magetan Bersih Dari Preman Reklame

sumantri-senepMagetan.suarakumandang.com- Seperti di kutip komentar Sumantri Bupati Magetan saat kunjungan pengecekan sejumlah proyek fisik pada Senin (28/12/2015) lalu, dia akan menargetkan tahun 2016, Magetan harus bersih dari banner yang dipaku di pohon dan tak ada lagi spanduk yang melintang dijalan. Namun seperti diketahui hingga sampai saat ini Selasa, (08/11/2016) masih banyak dijumpai. Bahkan terkesan pihak pemerintah Kabupaten Magetan membiarkan hal tersebut terjadi.

Chani Tri Wahyudi Kasat Pol PP Kabupaten Magetan mengatakan, pihaknya sudah melakukan penertiban disetiap sudut jalan.”Rata-rata pemasang banner yang dipaku di pohon mayoritas dari pihak luar Magetan, seperti diketahui banner yang bertuliskan sekolah pelayaran yang beralamat di Madiun,”jelasnya.

“Kami sudah melakukan penertiban, bahkan kami sudah menelusuri setiap jalan kabupaten, hari ini kami lepas, besok paginya muncul lagi, itulah yang selama ini terjadi. Dan penertiban banner sudah menjadi target kami untuk Magetan tetap bersih dari preman reklame,”katanya.

Kata Chanif, selain dari luar Magetan pihaknya juga sering mengetahui ulah yang tak bertanggung jawab sering dilakukan oleh beberapa pihak di Magetan yang berkepentingan melakukan promosi atau reklame.”Pohon yang terletak dipinggir jalan banyak disalahgunakan sebagai media publikasi, selain melanggar perda, pemasangan banner yang dipaku dapat merusak lingkungan,”paparnya.

Pohon-pohon penghijauan dipinggir jalan yang seharusnya menunjang keindahan, menjadi tampak semrawut dengan iklan-iklan liar yang dipaku di pohon. Tak pelak, kejadian ini mengundang keprihatinan orang nomor satu di kota “The Beauty of Java” itu.

Selama ini Sumantri, Bupati Magetan sangat menyayangkan ulah tangan-tangan jahil yang memasang iklan di pohon. Bapak empat anak ini berjanji dan akan segera memerintahkan Sat Pol PP untuk melakukan penertiban. “Jujur dan terus terang perasaan saya setelah melihat banyaknya banner yang dipaku di pohon bikin perut jadi senep (mules). Dan saya akan perintahkan staf untuk menertibkan” ujarnya di sela-sela acara pengecekan sejumlah proyek fisik di Magetan, Senin (28/12/2015) lalu.

“Sudah waktunya masyarakat Magetan mulai sadar tentang lingkungan hidup, keberadaan pohon penghijauan perlu dijaga kelestariannya,” paparnya kemudian.

Sejurus dengan itu, Sumantri menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup yang memerlukan adanya kerjasama antar berbagai pihak, sehingga akan tercipta Magetan yang lebih indah dan baik.Cng.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.