Bocah 2 Tahun Asal Tamanarum Magetan Tewas Di dalam Bak

Foto korban

Foto korban

Magetan.Suarakumandang.com– Selalu waspada dan hati-hati bagi orang tua yang memiliki anak yang masih kecil, perlu ada pengawasan yang sangat ketat kalau tidak ingin seperti bocah berumur 2 tahun bernama Afifa Nurin Najwa warga Dukuh Ngenden, Desa Tamanarum RT.19,RW.07, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur,  dia ditemukan meninggal di dalam bak berisi air  yang tersimpan dibelakang rumah pada Senin, (10/10/2016) sore kemarin.

Sinah (64) nenek korban menjelaskan, cucunya ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB. Awalnya sebelum diketemukan meninggal dalam ember,  korban memaksa  minta untuk dibuatkan mie godong, setelah dibuatkan,  Sinah melanjutkan memasak lauk. Selang beberapa saat  perasaan Sinah mulai tidak enak , karena korban tidak ada di sekitarnya dalam satu ruang dapur.

Karena penasaran kemana perginya bocah tersebut,  akhirnya nenek korban memutuskan mencari ke depan rumah, tapi tidak diketemukan. “Setalah dari depan rumah  saya cari kebelakang rumah, tahu-tahu cucu saya sudah ada di dalam ember dengan posisi tengkurap, spontan saya langsung teriak minta tolong kepada tetangga, sambil mengangkat cucu saya,”jelasnya kepada wartawan Suarakumandang.

“Setelah para tetangga datang, bermacam cara dilakukan untuk memberi pertolongan kepada cucu saya, hingga dilakukan membalikan posisi tubuh  supaya air bisa keluar, namun sayang cucu saya tidak tertolong.”katanya .

Lanjar Karni Kepala Desa Taman Arum  mengatakan, atas kejadian tersebut pihaknya langsung  melaporkan ke Polsek Parang. “Sesuai keterangan medis dari pukesmas dan Polsek Parang, korban tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan dan dinyatakan murni kecelakaan,”katanya.

“Korban meninggal diduga terpleset  masuk dalam ember dan tidak ada yang menolong, saat itu ember berisikan air setinggi 50 cm,”terangnya.

Lanjut Karni,  kejadian ini bisa menjadi pelajaran semua orang tua yang memiliki anak kecil.”Saya juga berharap bagi orang tua jangan sampai lali untuk menjaga anaknya, perlu hati-hati dan waspada,”ungkapnya.

Malam itu juga jenazah korban langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat. Sementara saat kejadian orang tua korban Sugianto (23) sedang berkerja di wilayah Ngariboyo sebagai tukang bangunan, sedangkan ibu korban Warindra Sartika Sari (19) berada di penampungan PT jasa tenaga kerja wanita (TKW )di Surabaya.Cng.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.