Connect with us

SKI News

BMI Hongkong Perlu Masker, Walikota Madiun Siap Bantu

Published

on

Walikota Madiun Maidi

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN. Buruh Migran Indonesia (BMI) Hongkong asal Kota dan Kabupaten Madiun, saat ini memerlukan bantuan berupa masker, pasca merebaknya virus corona di Cina. Mereka mengharapkan ada bantuan masker dari pemerintah, baik pusat, propinsi hingga kota atau kabupaten.

 “Masker saat ini sulit diperoleh atau susah dicari, BMI Hongkong berupaya mengetuk melalui berbagai media sosial hingga mengirim permintaan melalui sejumlah kalangan. Kami berharap segera ada bantuan masker dari siapa pun,” jelas Eka Susanti Koordinator BMI bekerja di Kowloon, Hongkong, melalui pesan via WhatsApp, Jum’at (14/2/2020).

 Eka Susanti juga warga Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengatakan sebelum ada wabah virus corona, harga per 50 lembar antara HKD 30-40. Tapi, sekarang dijual HKD 200, tapi sulit didapat. Saat ini para BMI tidak diperbolehkan keluar rumah, kecuali disuruh majikan. “Kami memohon agar Pemkot dan Pemkab Madiun, memberikan bantuan masker,” kata Eka.

 Menurutnya sudah berupaya meminta bantuan ke berbagai instansi di Indonesia, hingga kini belum ada tanggapan. Termasuk diantaranya ke KJRI di Hongkong belum membuahkan hasil, respon BMI Hongkong baru datang dari Pemkab Ponorogo. “Sudah datang dari Pemkab Ponorogo sebanyak 30 ribu masker untuk BMI asal Kabupaten Ponorogo,”tutur Eka.

Menanggapi itu, Walikota Madiun Maidi menegaskan siap membantu masker permintaan BMI Hongkong asal Kota atau Kabupaten Madiun. Jika ada permintaan resmi’ seperti melalui surat dari BMI Hongkong, proses surat tidak perlu hitungan jam hingga hari.

 “Saya siap bantu masker berapa pun diperlukan. Saya serius bantu, jika surat dari BMI Hongkong ada dimeja, saya langsung tanda dan perintahkan secepatnya dikirim. Tolong, BMI Hongkong segera berkirim surat, atas dasar surat itu saya pastikan bisa dipenuhi,” ujarnya.

 Terpisah, Kepala Disnakertrans Kabupaten Madiun Wijanto Djoko Poernomo mengatakan pihaknya perlu koordinasi dengan Dinas Kesehatan hingga Bupati Madiun. “Saya harus koordinasi pihak terkait. Syukur-syukur ada permintaan resmi dari BMI Hongkong, agar bisa diproses lebih lanjut,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus Basuki.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.