Begini Suka Duka Perawat Jalan Di Magetan

Kadiran

Kadiran

Magetan.Suarakumandang.com-Ditengah-tengah terik matahari nampak sejumlah staf Dinas Pekerja Umum (DPU) Kabupaten Magetan sedang sibuk memperbaiki jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Magetan dengan kecamatan Parang. Mereka membagi tugas, ada yang mengadu pasir, meratakan kerikil, membakar aspal, dan ada yang melakukan buka tutup lalu lintas.

 

Salah satu staf PNS DPU Kabupaten Magetan dengan khas helm proyek warna kuning dan rompi khas URC berwarna orange bersama rekan-rekannya sibuk melakukan perawatan jalan, saat itu lokasi yang diperbaiki wilayah kecamatan Ngariboyo. Nampak jelas wajah kotor karena terkena debu yang berterbangan.

 

Pria kelahiran 43 tahun silam ini bernama lengkap Kadiran, merupakan ayah dari dua anak hasil pernikahan dengan istrinya bernama Sriyani. Menurutnya ia bertugas sebagai tukang perawat jalan di wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) 6 harus sabar dan tidak boleh marah saat pengguna jalan mengatakan tentang jalan Magetan rusak,”ucap Kadiran.

UPTD 6 yang meliputi kecamatan Ngariboyo, Poncol dan Parang sangat mudah ditemui, dari mulai jalan wilayah kabupaten masuk kecamatan Ngariboyo, Poncol dan Parang ada segerombolan pekerja berpakaian rompi warna orange dan helm proyek warna kuning  disitu bisa dipastikan Kadiran bersama rekan lainnya.

Keramaian arus lalu lintas di jalan Parang Magetan memang tak terbantahkan lagi, saat Kadiran bersama rekan lainnya sedang melakukan perawatan jalan banyak juga ditemui sebagian pengguna jalan melontarkan kata-kata yang didengar sangat menyakitkan, namun oleh pria warga Kelurahan Candi Rejo RT 2, RW, 4 Kecamatan Magetan bersama rekannya hanya bisa diam.”Sering mas kalau saat kami sedang memperbaiki jalan banyak pengendara yang mencemooh dengan kata-kata “he pak jalan sudah rusak lama kok baru diperbaiki,memang duit negara dikemanakan saja”, kata Kadiran sambil menirukan pengendara motor pada saat itu.

“Tidak hanya itu saja mas, pada waktu material aspal belum ada upaya kami untuk menutup jalan berlubang dengan tanah kami juga mendapat cemooh dari warga yang kebetulan lewat, “Aspalnya apa sudah habis kok jalan ditambal sama tanah” kata Kadiran lagi dengan menirukan perkataannya.

Menurut Kadiran dirinya bersama rekan lainnya sudah biasa mendapat cemooh dari warga yang kebetulan lewat.”Kami sudah terbiasa mas kalau pas kerja di lapangan mendapat cemooh dari warga yang kebetulan lewat,”katanya.

“Terkadang ada juga warga yang sengaja bertanya tentang jalan yang tak kunjung di perbaiki kepada salah satu kami, dan kampiun menjawab dengan apa adanya,”Saat ini material masih menunggu, dan saya bilang ke warga tersebut sabar ya pak, pemerintah juga sudah berusaha untuk segera memperbaiki,”ucapnya dengan nada rendah.

Kadiran merupakan PNS golongan 1A ini mengukapkan sebenarnya juga ikut prihatin kalau jalan di wilayah UPTD 6 khususnya di Magetan itu rusak.”Tentu saya ikut prihatin mas, kalau jalan di Magetan itu rusak, tapi mau bagaimana lagi, upaya pemerintah sudah melakukan dengan maksimal, seandainya material belum ada, upaya kami untuk sementara melakukan penambalan dengan dengan tanah,dan itu hanya sebentar sambil menunggu material tiba,”pangkasnya.

 

Ditempat terpisah, Kata Muhtar Wahid Kepala Bina Marga DPU Kabupaten Magetan, perawatan jalan yang dilakukan setiap UPTD sudah menjadi program dari bagian pelayanan prima untuk menangani jalan rusak. “Untuk mengantisipasi pelayanan cepat dan prima maka pihak pemerintah Kabupaten Magetan membentuk tim yang dapat bergerak dengan cepat yakni tim URC,”terang Muhtar.

“ Setiap UPTD ada 6 porsenil bila dikalikan 6 maka keseluruhannya berjumlah 36 personil. Bila ada informasi dari masyarakat adanya jalan rusak terutama jalan yang sudah hotmix, URC akan selalu siap siaga dan segera memperbaiki,”imbuh Muhtar.

Dibentuknya Unit Reaksi Cepat (URC) dapat meminimalisir angka kecelakaan yang akhir-akhir ini banyak kecelakaan salah satu akibat jalan rusak.

“Jalan di wilayah Magetan bila dibandingkan dengan kabupaten tetangga masih terbilang baik dan merata tingkat pengaspalnya, meskipun di hotmik akan tetapi lubang jalan di Magetan masih relatif sangat kecil,”pungkasnya.Cng.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.