Connect with us

SKI PolHuKam

Akibat Cuaca Buruk Ratusan Nelayan Di Pantai Tawang Pacitan Tidak Melaut

Published

on

BERSIHKAN PERAHU: Deni seorang nelayan asal desa Sidomulyo, Kecamatan  Ngadirejo Kabupaten  Pacitan disaat cuaca buruk dia memilih membersihkan perahu miliknya.

Suarakumandang.com, BERITA PACITAN . Ratusan perahu milik nelayan yang terapung diteluk pantai tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan  Ngadirejo Kabupaten  Pacitan, Jawa Timur sudah menjadi pemandangan hal yang biasa. Pasalnya  di bulan januari hingga maret. tersebut keadaan pantai selatan tak bersahabat dengan para nelayan. Sehingga banyak para nelayan tidak melaut karena cuaca buruk.

Disaat cuaca buruk mereka memilih untuk bekerja lain seperti bercocok tanam maupun dagang. Bahkan ada juga membersihkan atau memperbaiki perahu miliknya.

Adalah Deni (29) warga desa Sidomulyo, Kecamatan  Ngadirejo Kabupaten  Pacitan disaat cuaca buruk dia memilih membersihkan perahu miliknya.

“Kalau musim seperti  kebanyakan para nelayan tidak ada yang berani melaut,sebab ombaknya besar,”jelas Deni kepada  jurnalis suarakumandang.com.Kamis, (09/02/2023).

Dijelaskan pula, sudah hampir satu bulan tidak melaut. “Kita tidak mau mengambil resiko , daripada mati konyol,”jletus Deni sambil membersihkan  perahu miliknya.

“Berbeda kalau perahu saya besar mungkin saya akan melaut.  Kalau hanya perahu seperti ukuran yang saya punya lebih baik libur tidak melaut,”ungkap Deni.

Selain beresiko, kalaupun nekad hasilnya pun tidak maksimal. Sekitar 30 sampai 40 kilogram.  Jika dibandingkan melaut dengan cuaca baik. rata-rata mampu mendapatkan ikan 5 sampai 10 kwintal,”kata Deni.

Sedikitnya ada 200 Perahu nelayan yang saat ini hanya bersandar di tepi dermaga pelabuhan.  Dampak dari cuaca buruk juga membawa dampak sepinya tempat Pelenggan Ikan (TPI).

Deni menceritakan, bahwa  dulu ada yang nekat untuk melaut dalam keadaan cuaca buruk dengan perahu ukuran kecil  dan akhirnya membawa korban jiwa. “Saya lupa kejadiannya baru saja sekitar tahun lalu,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *